Assalamualaikum Wr.Wb
salam satu irama
MALAM TERAKHIR
(1)Wanita:
Malam ini malam terakhir bagi kita
Untuk mencurahkan rasa rindu di dada
Untuk mencurahkan rasa rindu di dada
(2)Pria:
Esok aku akan pergi lama kembali
Kuharapkan agar engkau sabar menanti
Esok aku akan pergi lama kembali
Kuharapkan agar engkau sabar menanti
(3)Wanita:
Aku akan sabar menantimu kembali
Selamat jalan dan sampai berjumpa lagi
Aku akan sabar menantimu kembali
Selamat jalan dan sampai berjumpa lagi
(4)Duet:
Esok kita akan berpisah
Tentu hari-hari ‘kan jadi sunyi
Esok kita akan berpisah
Tentu hati akan rindu sekali
Esok kita akan berpisah
Tentu hari-hari ‘kan jadi sunyi
Esok kita akan berpisah
Tentu hati akan rindu sekali
Wanita:
Semakin lama kita berpisah
Semakin lama kita berpisah
Pria:
Semakin mesra saat berjumpa
Semakin mesra saat berjumpa
Duet:
Malam ini malam terakhir bagi kita
Untuk mencurahkan rasa rindu di dada
Kita akan berjumpa di saat bahagia
Di saat malam pesta perkawinan kita
Malam ini malam terakhir bagi kita
Untuk mencurahkan rasa rindu di dada
Kita akan berjumpa di saat bahagia
Di saat malam pesta perkawinan kita
(5)Wanita:
Mengapa, mengapa hatiku berdebar-debar
Seakan-akan ‘ku ragu
Untuk merelakan kepergianmu, kasih
Mengapa, mengapa hatiku berdebar-debar
Seakan-akan ‘ku ragu
Untuk merelakan kepergianmu, kasih
Mengapa, mengapa hatiku berkata-kata
Seakan-akan berbisik
Bahwa kita tidak akan berjumpa lagi
Seakan-akan berbisik
Bahwa kita tidak akan berjumpa lagi
Pria:
Kepergianku hanya untuk kembali
Kita berpisah untuk berjumpa lagi
Kecuali bila Tuhan menghendaki
Kepergianku hanya untuk kembali
Kita berpisah untuk berjumpa lagi
Kecuali bila Tuhan menghendaki
Tentu saja kita harus rela hati
Karena kehendak-Nya itu yang terjadi
Karena kehendak-Nya itu yang terjadi
PERTEMUAN
Rhoma Irama/Nur Halimah
Cipt. Rhoma Irama/Album: STF Jaka Swara
Alur: 1-2-1-2-1
Cipt. Rhoma Irama/Album: STF Jaka Swara
Alur: 1-2-1-2-1
(1)Wanita:
Pertemuan yang kuimpikan kini jadi kenyataan
Pertemuan yang kudambakan ternyata bukan khayalan
Pertemuan yang kuimpikan kini jadi kenyataan
Pertemuan yang kudambakan ternyata bukan khayalan
Pria:
Sakit karena perpisahan kini telah terobati
Kebahagiaan yang hilang kini kembali lagi
Sakit karena perpisahan kini telah terobati
Kebahagiaan yang hilang kini kembali lagi
Duet:
Pertemuan yang kuimpikan kini jadi kenyataan
Pertemuan yang kudambakan ternyata bukan khayalan
Pertemuan yang kuimpikan kini jadi kenyataan
Pertemuan yang kudambakan ternyata bukan khayalan
(2)Wanita:
Rindu yang selama ini sudah membeku
Rindu yang selama ini sudah membeku
Pria:
Mencair diterpa cinta dalam senandung
Mencair diterpa cinta dalam senandung
Wanita:
Cinta yang selama ini sudah menggunung
Cinta yang selama ini sudah menggunung
Pria:
Tercurah sudah penuh dengan kemesraan
Tercurah sudah penuh dengan kemesraan
Wanita:
Tak ingin lagi berpisah
Tak ingin lagi berpisah
Pria:
Cukup sekali berpisah
Wanita:
Tak ingin lagi merana
Tak ingin lagi merana
Pria:
Cukup sekali merana
Cukup sekali merana
Senandung Rindu
(1)Duet:
La-la-la-la-la-la, la-la-la-la-la-la
La-la-la-la-la-la, la-la-la-la-la-la
La-la-la-la-la-la, la-la-la-la-la-la
(2)Wanita:
Awan hitam telah berlalu
Terbitlah kini cahaya harapan
Awan hitam telah berlalu
Terbitlah kini cahaya harapan
Pria:
Kabut duka telah sirna
Nampaklah kini pantai bahagia
Kabut duka telah sirna
Nampaklah kini pantai bahagia
(3)Duet:
Dag kedig kedag dug hatiku dag-dig-dug
Bar debur kedebar hatiku tak sabar
Dag kedig kedag dug hatiku dag-dig-dug
Bar debur kedebar hatiku tak sabar
Lama sudah khayal cinta
Sanding berdua di biduk cinta
Dag kedig kedag dug hatiku dag-dig-dug
Bar debur kedebar hatiku tak sabar
Dag kedig kedag dug hatiku dag-dig-dug
Bar debur kedebar hatiku tak sabar
Lama sudah khayal cinta
Sanding berdua di biduk cinta
(4)Pria:
Besar gunung tak sebesar harapanku
‘Tuk menyuntingmu bunga pujaanku
Besar gunung tak sebesar harapanku
‘Tuk menyuntingmu bunga pujaanku
Wanita:
Luas laut tak seluas nuraniku
‘Tuk menyambutmu, kumbang impianku
Luas laut tak seluas nuraniku
‘Tuk menyambutmu, kumbang impianku
(5)Wanita:
Satu hari bak sewindu
Menanti tiba saat bermadu
Satu hari bak sewindu
Menanti tiba saat bermadu
Pria:
Seribu kata tak ‘kan bisa
Mengungkap rindu untuk berpadu
Seribu kata tak ‘kan bisa
Mengungkap rindu untuk berpadu
LUKAKU
Rita Sugiarto
Cipt. Rhoma Irama
Alur: 1-2-1
Cipt. Rhoma Irama
Alur: 1-2-1
(1)Belum kering
lukanya hatiku
Luka bekas kausakiti dulu
Tapi kini engkau kembali
Memohon mengharapkan cintaku
Luka bekas kausakiti dulu
Tapi kini engkau kembali
Memohon mengharapkan cintaku
Sebelum kau kembali padaku
Baik puaskan dulu hatimu
Dari cinta ke lain cinta
Puaskan, puaskanlah hatimu
Nanti baru kau datang padaku
Baik puaskan dulu hatimu
Dari cinta ke lain cinta
Puaskan, puaskanlah hatimu
Nanti baru kau datang padaku
(2)Kini
carilah olehmu kasih pengganti diriku
Lalu bandingkan olehmu cintanya dengan cintaku
Setelah itu kau baru tahu
Betapa besar cintaku padamu
Lalu bandingkan olehmu cintanya dengan cintaku
Setelah itu kau baru tahu
Betapa besar cintaku padamu
MANDUL
Rhoma Irama/Elvi Sukaesih
Cipt. Rhoma Irama/Alur: 1-2-1
Cipt. Rhoma Irama/Alur: 1-2-1
(1)Wanita: Sepuluh tahun sudah kita
berumah tangga
Tapi belum juga mendapatkan putra
Pria: Jangan kau sedih jangan berduka
Mohon pada-Nya dalam berdoa
Mohon pada-Nya dalam berdoa
Wanita: Sebagai
seorang isteri ‘ku merasa sedih
‘Ku takut dirimu kecewa padaku
‘Ku takut dirimu kecewa padaku
(2)Pria:
Cintaku padamu tak akan pudar
Walau seumur hidupmu dalam kemandulan
Cintaku padamu tak akan pudar
Walau seumur hidupmu dalam kemandulan
Walau seumur hidupmu dalam kemandulan
Cintaku padamu tak akan pudar
Walau seumur hidupmu dalam kemandulan
Wanita:Kurasa
tiada sempurna kebahagiaan kita
Tanpa adanya seorang putra belahan jiwa
Tanpa adanya seorang putra belahan jiwa
TERPAKSA
Cipt. Rhoma Irama/Album: STF
Berkelana I
Alur: 1-2-1
Alur: 1-2-1
(1)Sungguh terpaksa
aku menyanyi
Mengharapkan Tuan bermurah hati
Coba dengarkan aku menyanyi
Membawa suara jeritan hati
Mengharapkan Tuan bermurah hati
Coba dengarkan aku menyanyi
Membawa suara jeritan hati
Sungguh terpaksa aku menyanyi
Mengharapkan Tuan bermurah hati
Coba dengarkan aku menyanyi
Membawa suara jeritan hati
Mengharapkan Tuan bermurah hati
Coba dengarkan aku menyanyi
Membawa suara jeritan hati
(2)Sungguh
aku malu tiada terkira
Menadahkan tangan meminta-minta
Karena terpaksa ini kulakukan
Yang kupinta hanya sekedar makan
Melalui lagu kuketuk hatimu
Menadahkan tangan meminta-minta
Karena terpaksa ini kulakukan
Yang kupinta hanya sekedar makan
Melalui lagu kuketuk hatimu
GITAR TUA
Cipt. Rhoma Irama/Album: STF
Gitar Tua
Alur: 1-2-3-2-3
Alur: 1-2-3-2-3
(1)Hanya gitar tua
ini yang aku berikan
Sebagai kenang-kenangan untukmu sayang
Kauanggaplah benda ini pengganti diriku
Sebagai ganti diriku
Sebagai kenang-kenangan untukmu sayang
Kauanggaplah benda ini pengganti diriku
Sebagai ganti diriku
(2)‘Pabila
kau rindu padaku
Petiklah dan menyanyilah
Semoga akan terobati
Rasa rindumu padaku
Walaupun sudah berpisah hati kita bersatu
Petiklah dan menyanyilah
Semoga akan terobati
Rasa rindumu padaku
Walaupun sudah berpisah hati kita bersatu
(3)Memang gitar tua
ini menjadi kenangan
Juga gitar tua ini yang menjadi saksi
Saksi cintamu padaku, cintaku padamu
Yang tak akan pernah layu
Juga gitar tua ini yang menjadi saksi
Saksi cintamu padaku, cintaku padamu
Yang tak akan pernah layu
KERUDUNG
PUTIH
Cipt. Rhoma
Irama/Album: STF Perjuangan dan Doa
Alur:
1-2-3-2-3-2
(1)Seraut wajah
cantik yang kausembunyikan
Di balik kerudung putih
Di balik kerudung putih
(2)Di balik kerudung
wajahmu tersembunyi
Kau cantik alami anugerah Ilahi
Tapi bukan karena itu aku cinta padamu
Juga bukan karena itu aku sayang padamu
Kau cantik alami anugerah Ilahi
Tapi bukan karena itu aku cinta padamu
Juga bukan karena itu aku sayang padamu
Kauhiasi diri dengan budi pekerti
Kauhambakan diri ke hadirat Ilahi
Itulah yang menyebabkan aku cinta padamu
Itulah yang menyebabkan aku sayang padamu
Kauhambakan diri ke hadirat Ilahi
Itulah yang menyebabkan aku cinta padamu
Itulah yang menyebabkan aku sayang padamu
Di balik kerudung wajahmu tersembunyi
Kau cantik alami anugerah Ilahi
Kau cantik alami anugerah Ilahi
(3)Tiada
lelaki yang membantah
Kecantikan wajahmu, kelembutan sikapmu
Keindahan senyummu
Tapi yang menyilaukan mata
Sinar keimananmu yang selalu kaupancarkan
Dalam setiap langkah
Gadis seperti kamu yang aku dambakan
Kecantikan wajahmu, kelembutan sikapmu
Keindahan senyummu
Tapi yang menyilaukan mata
Sinar keimananmu yang selalu kaupancarkan
Dalam setiap langkah
Gadis seperti kamu yang aku dambakan
BISMILLAH
Rhoma Irama
Cipt. Rhoma Irama/Album: STF Bunga Desa
Alur: 1-2-1
Cipt. Rhoma Irama/Album: STF Bunga Desa
Alur: 1-2-1
(1)Kalau mau belajar
(baca bismillah)
Sesudah belajar (alhamdulillah)
Kalau mau bekerja (baca bismillah)
Sesudah bekerja (alhamdulillah)
Sesudah belajar (alhamdulillah)
Kalau mau bekerja (baca bismillah)
Sesudah bekerja (alhamdulillah)
Mulailah setiap pekerjaan dengan membaca
(Bismillah)
Sudahilah setiap pekerjaan dengan membaca
(Alhamdulillah)
(Bismillah)
Sudahilah setiap pekerjaan dengan membaca
(Alhamdulillah)
Kalau mau makan baca (bismillah)
Sesudah makan (alhamdulillah)
Kalau mau tidur baca (bismillah)
Dan bangun tidur (alhamdulillah)
Sesudah makan (alhamdulillah)
Kalau mau tidur baca (bismillah)
Dan bangun tidur (alhamdulillah)
(2)Tanpa
membaca nama Allah
Makan minum tiada berkah
(Ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya)
Tanpa membaca nama Allah
Pekerjaan tiada berkah
(Ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya)
Makan minum tiada berkah
(Ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya)
Tanpa membaca nama Allah
Pekerjaan tiada berkah
(Ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya-ya)
Bagi orang pandai bersyukur
Nikmat Allah ‘kan ditambahkan
Tapi bagi orang yang kufur
Adzab Allah sangat pedih
(Hi... serem) ….Makanya
Nikmat Allah ‘kan ditambahkan
Tapi bagi orang yang kufur
Adzab Allah sangat pedih
(Hi... serem) ….Makanya
PRIMADONA DESA
Cipt. Rhoma Irama/Album: STF
Bunga Desa
Alur: 1-2-1-2-1-3
Alur: 1-2-1-2-1-3
(1)Hai bunga
primadona desa, kau indah merekah
Izinkan ‘ku memetikmu untuk kutanamkan
Dalam jambangan hati di taman sanubari
Sebagai tumpang sari semerbak mewangi
Hai bunga primadona desa, kau indah merekah
Izinkan ‘ku memetikmu untuk kutanamkan
Dalam jambangan hati di taman sanubari
Sebagai tumpang sari semerbak mewangi
Hai bunga primadona desa, kau indah merekah
(2)Alam
sekitar menjadi saksi
Jadi saksi akan keindahanmu
Kicau burung-burung
Memuji penciptaanmu
Jadi saksi akan keindahanmu
Kicau burung-burung
Memuji penciptaanmu
Aneka bunga merasa iri
Iri hati akan keindahanmu
Karena kumbang-kumbang
Bersaing mempersuntingmu
Iri hati akan keindahanmu
Karena kumbang-kumbang
Bersaing mempersuntingmu
Donna-donna-don primadona
desa 4x
(3)Donna-donna-don primadona desa
SEGALANYA BAGIKU
Cipt. Rhoma
Irama
(1)Indahnya bulan
tak seindah wajahmu
Hitamnya arang tak sehitam rambutmu
Engkaulah sayang segalanya bagiku
Engkaulah sayang pelitanya hatiku
Besarnya gunung tak sebesar cintaku padamu
Hitamnya arang tak sehitam rambutmu
Engkaulah sayang segalanya bagiku
Engkaulah sayang pelitanya hatiku
Besarnya gunung tak sebesar cintaku padamu
(2)Kau
tempat berhibur dalam kesedihan
Kau tempat bercumbu dalam kerinduan
Kau tempat berhibur dalam kesedihan
Kau tempat bercumbu dalam kerinduan
Begitu berartinya dirimu bagiku
Kau tempat bercumbu dalam kerinduan
Kau tempat berhibur dalam kesedihan
Kau tempat bercumbu dalam kerinduan
Begitu berartinya dirimu bagiku
(3)Manisnya madu tak
semanis senyummu
Halusnya sutra tak sehalus kulitmu
Engkaulah sayang segalanya bagiku
Engkaulah sayang pelitanya hatiku
Dalam lautan tak sedalam cintaku padamu
Halusnya sutra tak sehalus kulitmu
Engkaulah sayang segalanya bagiku
Engkaulah sayang pelitanya hatiku
Dalam lautan tak sedalam cintaku padamu
ANDAI
(1)Bukan karena
tampan wajah ‘ku menyintaimu
Bukan karena harta benda ‘ku menyayangimu
Bukan pula karena syair dan lagumu
Cinta suci dan sejati yang menyentuh kalbu
Ikhlas hati luhur budi yang meluluhkanku
Bukan karena harta benda ‘ku menyayangimu
Bukan pula karena syair dan lagumu
Cinta suci dan sejati yang menyentuh kalbu
Ikhlas hati luhur budi yang meluluhkanku
(2)Andai
dirimu cacat bercela
Namun cintaku tak ‘kan berubah
Andai dirimu miskin dan papa
Bahkan sayangku makin bertambah
Hanya kau tambatan jiwaku
Namun cintaku tak ‘kan berubah
Andai dirimu miskin dan papa
Bahkan sayangku makin bertambah
Hanya kau tambatan jiwaku
(3)Andai
dunia melupakanmu
‘Kan selamanya ‘ku memujamu
Andai dunia mencampakkanmu
‘Kan selamanya ‘ku di sisimu
Hanya kau tambatan jiwaku
‘Kan selamanya ‘ku memujamu
Andai dunia mencampakkanmu
‘Kan selamanya ‘ku di sisimu
Hanya kau tambatan jiwaku
PUING-PUING
Rhoma Irama/Nur Halimah
Cipt. Rhoma Irama/Album: STF Pengabdian
Alur: 1-2-3
Cipt. Rhoma Irama/Album: STF Pengabdian
Alur: 1-2-3
(1)Pria:
Puing-puing kenangan masa lalu
Mimpi-mimpi hari indah hanyalah semu
Lupakan itu semua yang lalu biar berlalu
Biarkan itu semua terkubur bersama waktu
Dan anggaplah semua tak pernah terjadi
Dan marilah membina hidup baru lagi
Puing-puing kenangan masa lalu
Mimpi-mimpi hari indah hanyalah semu
Mimpi-mimpi hari indah hanyalah semu
Lupakan itu semua yang lalu biar berlalu
Biarkan itu semua terkubur bersama waktu
Dan anggaplah semua tak pernah terjadi
Dan marilah membina hidup baru lagi
Puing-puing kenangan masa lalu
Mimpi-mimpi hari indah hanyalah semu
(2)Pria:Kemilau
salah harta bukan itu harapan
Gemilang ketenaran bukan itu tujuan
Namun yang kudamba kedamaian
Hanya yang kudamba ketenteraman
Gemilang ketenaran bukan itu tujuan
Namun yang kudamba kedamaian
Hanya yang kudamba ketenteraman
Wanita:
Siapa pun dirimu senantiasa cintaku
Siapa pun dirimu senantiasa sayangku
Siapa pun dirimu senantiasa sayangku
(3)Pria:
Relung-relung hati yang dulu sunyi
Hari-hari kita yang dulu sepi
Cinta yang nyaris memudar kini bersemi kembali
Bak bunga merekah mekar gairah merasuk hati
‘Kan kutempuh sisa hari dari hidupku
Bersamamu dan selalu mendampingiku
Relung-relung hati yang dulu sunyi
Hari-hari kita yang dulu sepi
Hari-hari kita yang dulu sepi
Cinta yang nyaris memudar kini bersemi kembali
Bak bunga merekah mekar gairah merasuk hati
‘Kan kutempuh sisa hari dari hidupku
Bersamamu dan selalu mendampingiku
Relung-relung hati yang dulu sunyi
Hari-hari kita yang dulu sepi
Duet: Cinta yang
nyaris memudar kini bersemi kembali
Bak bunga merekah mekar gairah merasuk hati
Cinta yang nyaris memudar kini bersemi kembali
Bak bunga merekah mekar gairah merasuk hati
Cinta yang nyaris memudar kini bersemi kembali
Bak bunga merekah mekar gairah merasuk hati
Bak bunga merekah mekar gairah merasuk hati
Cinta yang nyaris memudar kini bersemi kembali
Bak bunga merekah mekar gairah merasuk hati
Cinta yang nyaris memudar kini bersemi kembali
Bak bunga merekah mekar gairah merasuk hati
PERJUANGAN DAN DOA
Cipt. Rhoma Irama/Album: STF Berkelana II
Alur: 1-2-3-2-3-2
Alur: 1-2-3-2-3-2
(1)Berakit-rakit ke
hulu berenang ke tepian
Bekerjalah dahulu, berjuanglah dahulu
Baru kemudian bersenang-senang
Bekerjalah dahulu, berjuanglah dahulu
Baru kemudian bersenang-senang
(2)Pahit rasanya
empedu manis rasanya gula
Sakit-sakit dahulu, susah-susah dahulu
Baru kemudian berbahagia
Sakit-sakit dahulu, susah-susah dahulu
Baru kemudian berbahagia
(3)Berjuang
(berjuang)
Berjuang sekuat tenaga
Tetapi jangan lupa
Perjuangan harus pula disertai doa
Berjuang sekuat tenaga
Tetapi jangan lupa
Perjuangan harus pula disertai doa
Rintangan (rintangan)
Rintangan sudah pasti ada
Hadapilah semua dengan tabah
Juga dengan kebesaran jiwa
Rintangan sudah pasti ada
Hadapilah semua dengan tabah
Juga dengan kebesaran jiwa
KEHILANGAN
Cipt. Rhoma Irama/Album: STF
Tabir Biru
Alur: 1-2-1-2-1
Alur: 1-2-1-2-1
(1)Kalau sudah tiada
baru terasa
Bahwa kehadirannya sungguh berharga
Sungguh berat aku rasa kehilangan dia
Sungguh berat aku rasa hidup tanpa dia
Kalau sudah tiada baru terasa
Bahwa kehadirannya sungguh berharga
Bahwa kehadirannya sungguh berharga
Sungguh berat aku rasa kehilangan dia
Sungguh berat aku rasa hidup tanpa dia
Kalau sudah tiada baru terasa
Bahwa kehadirannya sungguh berharga
(2)‘Ku
tahu rumus dunia semua harus berpisah
Tetapi kumohon tangguhkan, tangguhkanlah
Bukan aku mengingkari apa yang harus terjadi
Tetapi kumohon kuatkan, kuatkanlah
Tetapi kumohon tangguhkan, tangguhkanlah
Bukan aku mengingkari apa yang harus terjadi
Tetapi kumohon kuatkan, kuatkanlah
AMPUNILAH
Cipt. Rhoma Irama
Alur: 1-2-3-2-3
Alur: 1-2-3-2-3
(1)Kutadahkan kedua
tanganku ke langit tinggi
Mohon ampun pada-Mu Tuhan Pengasih Penyayang
Hapuskanlah dosa
Dosa yang kusengaja atau yang tak kusengaja
Terimalah pintaku dan ampunilah semua
Mohon ampun pada-Mu Tuhan Pengasih Penyayang
Hapuskanlah dosa
Dosa yang kusengaja atau yang tak kusengaja
Terimalah pintaku dan ampunilah semua
(2)Aku
menangis meratap pada-Mu, oh Tuhan
Sungguh aku menyesali segala dosa
Sungguh aku menyesali segala dosa
(3)Tenangkanlah
jiwaku menghadapi panggilan-Mu
‘Ku merasa gelisah karena penuh dengan noda
Hapuskanlah dosa
Dosa yang kusengaja atau yang tak kusengaja
Terimalah pintaku dan ampunilah semua
‘Ku merasa gelisah karena penuh dengan noda
Hapuskanlah dosa
Dosa yang kusengaja atau yang tak kusengaja
Terimalah pintaku dan ampunilah semua
AWET MUDA
Cipt. Rhoma Irama/Album: Soneta
Vol. 4
Alur: 1-2-3-2-3
Alur: 1-2-3-2-3
(1)Apabila Anda mau
awet muda
Sesungguhnya mudah sekali obatnya
Usahakan selalu gembira
Walau sesen pun uang tak punya
Kalau perlu banyak-banyaklah tertawa
Tetapi jangan seperti orang gila
Sesungguhnya mudah sekali obatnya
Usahakan selalu gembira
Walau sesen pun uang tak punya
Kalau perlu banyak-banyaklah tertawa
Tetapi jangan seperti orang gila
(2)Bagi
yang sudah tumbuh uban di kepala
Walau sudah tua coba berjiwa muda
Juga bagi orang yang tak bergigi lagi
Pasang gigi palsu kembali muda lagi
Walau sudah tua coba berjiwa muda
Juga bagi orang yang tak bergigi lagi
Pasang gigi palsu kembali muda lagi
(3)Kalau mau
mendengar nasihat saya
Pasti Anda akan melihat hasilnya
Sepuluh tahun ‘kan lebih muda
Dari usia Anda semula
Apabila Anda mau awet muda
Coba lakukan saya punya bicara
Pasti Anda akan melihat hasilnya
Sepuluh tahun ‘kan lebih muda
Dari usia Anda semula
Apabila Anda mau awet muda
Coba lakukan saya punya bicara
KATA PUJANGGA
(1)Hidup tanpa cinta
bagai taman tak berbunga
Hai begitulah kata para pujangga
Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga
Hai begitulah kata para pujangga
Aduhai begitulah para pujangga
Taman suram tanpa bunga
Hai begitulah kata para pujangga
Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga
Hai begitulah kata para pujangga
Aduhai begitulah para pujangga
Taman suram tanpa bunga
(2)Ada
yang dicinta giat bekerja
Entah apa entah siapa
Karena cinta jiwa gairah
Tanpa cinta hidup pun hampa
Entah apa entah siapa
Karena cinta jiwa gairah
Tanpa cinta hidup pun hampa
(3)Ternyata amat utama
adanya cinta
Hai begitulah kata para pujangga
Aduhai begitulah para pujangga
Tapi jangan cinta buta
Hai begitulah kata para pujangga
Aduhai begitulah para pujangga
Tapi jangan cinta buta
(4)Soal
cinta soal kita
Cinta kebutuhan manusia
Siapa saja memerlukannya
Karena cinta punya daya
Cinta kebutuhan manusia
Siapa saja memerlukannya
Karena cinta punya daya
(5)Ternyata amat
utama adanya cinta
Hai begitulah kata para pujangga
Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga
Hai begitulah kata para pujangga
Aduhai begitulah para pujangga
Hai begitulah kata para pujangga
Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga
Hai begitulah kata para pujangga
Aduhai begitulah para pujangga
Yee... ha! Yeh!
RAMA DAN SHINTA
Rhoma Irama/Elvi Sukaesih
Cipt. Rhoma Irama/Alur: 1-2-3
Cipt. Rhoma Irama/Alur: 1-2-3
(1)Wanita:Seandainya engkau menjadi Rama
Pria:Tentu engkau menjadi Dewi Shinta
Wanita:Apakah Rama sayang pada Shinta
Pria:Rama sayang Shinta ‘tuk selamanya
Wanita:Oh Rama...
Pria:Oh Shinta...
Duet :Rama dan Shinta berkasih-mesra
(2)Wanita:Bagaimana
bila Rahwana membawaku
Pria:Pasti Rahwana ‘kan
kubinasakan
Wanita:Tapi Rahwana sakti
lagi perkasa
Wanita:Aku takut kau
dibunuhnya
Pria:Akulah yang membunuhnya
(3)Wanita: Tapi sayang engkau bukanlah Rama
Pria:Juga sayang engkau bukanlah Shinta
Wanita: Walau kita bukan Rama dan Shinta
Pria: Tapi cinta kita seperti mereka
Wanita: Oh sayang...
Pria: Oh sayang...
Duet: Kita berdua berkasih-mesra
DAWAI ASMARA
Rhoma Irama/Nur Halimah
Album: STF Kemilau Cinta di Langit Jingga
Alur: 1-2-3
Album: STF Kemilau Cinta di Langit Jingga
Alur: 1-2-3
(1)Wanita:Dawai asmara bergetar syahdu
Pria:Mengalunkan senandung rindu
Wanita:Belaian mesra membuai jiwa
Pria:Tak terlukiskan bahagia
Wanita:Hanyut dalam gelora cinta
Pria:Hanyut di dalam suka cita
Wanita:Tenggelam dalam madu cinta
Pria:Tenggelam di dalam bahagia
Duet:Dawai asmara
bergetar syahdu
Mengalunkan senandung rindu
Belaian mesra membuai jiwa
Tak terlukiskan bahagia
(2)Pria:Syair
para pujangga mengabadikan cinta
Hati para dewasa pasti tersentuh cinta
Wanita:
Ada yang lembut dan manja
Cinta membuat terlena
Ada kala bergelora
Bak debur ombak samudera
(3)Wanita:Pesona cinta menggapai sukma
Pria: Menjanjikan sejuta indah
Wanita:Terbit selera tergugah jiwa
Pria: ‘Tuk menyemaikan benih cinta
Wanita:Semoga putik ‘kan berbunga
Pria: Semoga panggil ‘kan berjawab
Wanita:‘Ku ingin
hidup dengan cinta
Pria: ‘Ku ingin selalu bersamanya
Duet:Pesona cinta
menggapai sukma
Menjanjikan sejuta indah
Terbit selera tergugah jiwa
‘Tuk menyemaikan benih cinta
SUARA GENDANG
(1)Duet:Dang-dung-da-da-gen-tang
Wanita:Suara gendang menggebu-gebu
Duet:Tang-ting-ta-ta-ken-tang
Pria:Suara musik merayu-rayu
Duet:Dang-dung da-da-gen-tang
Wanita:Suara gendang menggebu-gebu
Duet:Na-ni-na-na-ni-na
Pria:Mengalunkan lagu merdu
(2)Duet:Aduh,
aduh, aduh kaki rasanya ingin melangkah
Menari-nari menurut irama
Aduh, aduh, aduh hati malu untuk bergembira
Tapi tak sadar kepala bergoyang
DASI DAN GINCU
Rhoma
Irama/Riza Umami
Cipt. Rhoma Irama/Album: STF Nada-nada Rindu
Alur: 1-2-1-2-1
(1)Wanita:Bukan bahu berbintang bukan leher berdasi
Yang kudambakan pria yang punya hati
Cipt. Rhoma Irama/Album: STF Nada-nada Rindu
Alur: 1-2-1-2-1
(1)Wanita:Bukan bahu berbintang bukan leher berdasi
Yang kudambakan pria yang punya hati
Pria: Bukan alis berukir bukan bibir
bergincu
Yang kudambakan gadis yang punya malu
Yang kudambakan gadis yang punya malu
Duet:Cinta karena dasi si-si akan segera
basi
Cinta karena gincu cu-cu akan segera layu
Cinta karena gincu cu-cu akan segera layu
(2)Wanita:Jabatan
perlu, tampan pun perlu
Bahkan emas permata
Tetapi cinta di atas segalanya
Pria:Berhias perlu, cantik pun
perlu
Untuk gairah cinta
Akhlak mulia hiasan yang utama
Untuk gairah cinta
Akhlak mulia hiasan yang utama
Duet:Tak guna harta benda da-da
Kalau jadi neraka
Tak guna wajah indah da-da
Kalau jadi bencana
Kalau jadi neraka
Tak guna wajah indah da-da
Kalau jadi bencana
BUAH DURI NERAKA
Cipt. Rhoma Irama/Album: STF
Menggapai Matahari I
Alur: 1-2-1-3
Alur: 1-2-1-3
(1)Telah kutanam
benih anggur yang merah
Juga benih delima
Tetapi yang tumbuh buah duri neraka
Harus kutelan pahit terasa
Menusuk pedih sampai ke hati
Oh, pedih
Juga benih delima
Tetapi yang tumbuh buah duri neraka
Harus kutelan pahit terasa
Menusuk pedih sampai ke hati
Oh, pedih
Betapa kejam permainan dunia
Yang penuh tipu daya
Ternyata sang cinta tak selamanya indah
Yang penuh tipu daya
Ternyata sang cinta tak selamanya indah
(2)Derita
kulalui hari demi hari
Sementara kau berpesta penuh cinta
Besarnya pengorbanan tiada kauhargai
Bak menepis lalat yang hinggap di pipi
Sementara kau berpesta penuh cinta
Besarnya pengorbanan tiada kauhargai
Bak menepis lalat yang hinggap di pipi
(3)Tak selamanya
indah, tak selamanya indah
SYAHDU
(1)Pria:Bila kamu
di sisiku hati rasa syahdu
Satu hari tak bertemu hati rasa rindu
‘Ku yakin ini semua perasaan cinta
Tetapi hatiku malu untuk menyatakannya
Satu hari tak bertemu hati rasa rindu
‘Ku yakin ini semua perasaan cinta
Tetapi hatiku malu untuk menyatakannya
Bila kamu di sisiku hati rasa syahdu
Satu hari tak bertemu hati rasa rindu
Satu hari tak bertemu hati rasa rindu
(2)Pria:Bila
cintaku terbalas oh bahagia sekali
Tapi bila tak terbalas ‘ku tak sakit hati
Karena aku menyadari siapa ‘ku ini
Tak mungkin bagi dirimu menyintai diriku
Namun bahagia hatiku
Bila selalu bersamamu
Tapi bila tak terbalas ‘ku tak sakit hati
Karena aku menyadari siapa ‘ku ini
Tak mungkin bagi dirimu menyintai diriku
Namun bahagia hatiku
Bila selalu bersamamu
(3)Wanita:Cintamu sudah
terbalas sejak lama sekali
Tapi kupendam selalu oh di lubuk hati
Ucapanmu yang kutunggu telah kudengar sendiri
Ucapanmu yang kutunggu telah kudengar sendiri
Terimalah oh sayangku cinta
pertama ini
Kini bahagia hatiku
Karena selalu bersamamu
Karena selalu bersamamu
(4)Wanita:Bila
kamu di sisiku hati rasa syahdu
Satu hari tak bertemu hati rasa rindu
‘Ku yakin ini semua perasaan cinta
Tetapi hatiku malu untuk menyatakannya
Satu hari tak bertemu hati rasa rindu
‘Ku yakin ini semua perasaan cinta
Tetapi hatiku malu untuk menyatakannya
Duet:Bila kamu di
sisiku hati rasa syahdu
Satu hari tak bertemu hati rasa rindu
Satu hari tak bertemu hati rasa rindu







Tidak ada komentar:
Posting Komentar