Sabtu, 20 Mei 2017

Battle of surabaya, pertempuran surabaya

Battle of Surabaya


On 10 november, Indonesia celebrates 'Hari Pahlawan or 'Heroes Day' in remembrance of the battle of Surabaya which started on that very date in the year 1945. The bloody battle took place because Indonesians refused to surrender theur weaponry to British army. British army at that time was part of the allied forces. The difiant Bung Tomo is the well known revolutionary leader who played a  very important role in this battle.

It all started because of a misunderstanding between British troops in Jakarta and those in Surabaya, under the command of brigadier mallaby. brigadier mallaby already had an agreement with governor of Eeast Java Mr. Surya. The agreement started that British would not ask Indonesian troops and militia to surrender their weapons.

However, a British plane from Jakarta dropped leaflets all over Surabaya. The leaflet told Indonesian to do otherwise on 27 Cctober 1945. This action angered the Indonesian troops and militia leaders because they felt betrayed.
On 30 October 1945 Brigadier Mallaby was killed as he was approaching the British troops' post near Jembatan Merah or Red Brigde, Surabaya. There were many reports about the death, but it was widely believed that the Brigadier was murdered by Indonesia militia. Looking at the situation, Lieutenant General Sir Philip Christison brought in reinforcements to siege the city.

In the early morning of 10 November 1945, British troops began to advance into Surabaya with cover from both Naval and Air Bombardment. Although the Indonesian defended the city heroically, the city was conquered within 3 days and the whole battle lasted for 3 weeks. in total, between 6000 and 16000 indonesian died while casualties on the British side were about 60 to 2000.
Battle of Surabaya caused Indonesia lose weaponry which hampered the country's independence struggle. However, the battle provoked Indonesian and International mass to rally for the country's independence which made this battle especially important for Indonesia national revolution.

Artinya


Pada 10 November, Indonesia merayakan Hari Pahlawan atau pahlawan hari untuk mengenang pertempuran surabaya yang dimulai pada yang sangat tanggal di tahun 1945. Pertempuran berdarah terjadi karena orang Indonesia menolak untuk menyerahkan persenjataan untuk tentara Inggris. Tentara Inggris saat itu adalah bagian dari pasukan sekutu. Bung tomo adalah pemimpin revolusi terkenal yang memainkan peran yang sangat penting dalam pertempuran ini.
Itu semua dimulai karena kesalahpahaman antara tentara Inggris di jakarta dan orang-orang di Surabaya, di bawah komando Brigadir Mallaby. Brigadir Mallaby sudah memiliki kesepakatan dengan Gubernur Jawa Timur Mr. Surya. Perjanjian mulai yang Inggris tidak akan meminta tentara Indonesia dan milisi untuk menyerahkan senjata mereka.
Namun, sebuah pesawat Inggris dari Jakarta menjatuhkan selebaran di seluruh Surabaya. Selebaran kepada orang Indonesia untuk melakukan sebaliknya pada 27 Oktober 1945. Aksi ini membuat marah pasukan Indonesia dan pemimpin milisi karena mereka merasa dikhianati.
Pada 30 Oktober 1945 Brigadir Mallaby tewas karena ia mendekati pos pasukan Inggris 'dekat Jembatan Merah, Surabaya. Ada banyak laporan tentang kematian, namun secara luas diyakini bahwa Brigadir tersebut dibunuh oleh milisi Indonesia. Melihat situasi, Letnan Jenderal Sir Philip Christison membawa bala bantuan untuk pengepungan kota.
Di pagi hari dari 10 November 1945, tentara Inggris mulai maju ke Surabaya dengan cover dari kedua pemboman angkatan laut dan udara. Meskipun orang Indonesia membela kota Surabaya, kota ini ditaklukkan dalam waktu 3 hari dan seluruh pertempuran berlangsung selama 3 minggu. di total, antara 6000 dan 16000 orang Indonesia meninggal saat korban di pihak Inggris yang abount 60-2000
Pertempuran surabaya disebabkan Indonesia kehilangan senjata yang terhambat perjuangan kemerdekaan negara itu. Namun, pertempuran memprovokasi massa indonesia dan internasional mengerahkan untuk kemerdekaan negara itu yang membuat pertempuran ini sangat penting bagi revolusi nasional Indonesia.

6 komentar:

Pengalaman Asistensi Mengajar di SMK N 02 Probolinggo

  ESSAY ASISTENSI MENGAJAR SMKN 02 PROBOLINGGO   Saya Arridlotun Nurushibyan yang diamanahi sebagai guru mata pelajaran CNC akan menceri...