1).Pengertian Beriman kepada kitab-kitab
Allah
Iman kepada kitab-kitab Allah SWT. ialah
mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT. telah menurunkan
kitab-kitab suci-Nya kepada Rasul-rasul pilihan-Nya. Kitab-kitab tersebut
berisi wahyu-Nya untuk disampaikan kepada manusia. Kumpulan wahyu tersebut, ada
yang disebut suhuf dan ada yang disebut kitab. Bagi umat Islam wajib hukumnya
beriman kepada kitab-kitab yang telah diturunkan Allah SWT kepada
Rasul-rasul-Nya, sebagaiman firman Allah SWT.
Yang Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman
kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada
Rasul-rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya…." (QS. An-Nisa
: 136)
2).Fungsi Beriman kepada kitab-kitab Allah
Sebagai Pedoman Hidup Manusia dalam
Berhubungan dengan Allah
Allah menciptakan manusia dengan tujuan
agar manusia menghambakan diri dan menyembah kepada-Nya merupakan kewajiban
yang tidak bisa ditawar-tawar lagi sebagaimana firman Allah swt
لِيَعْبُدُونِ إِلا وَالإنْسَ الْجِنَّ خَلَقْتُ وَمَا
Artinya: "Dan Aku tidak menciptakan
jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (QS Az Zariyat:
56)
Apabila manusia tidak ingin diliputi oleh
rasa hina dan kemerosotan martabat, maka hendaknya ia selalu berpegang teguh
pada tali Allah, yaitu dengan cara mempelajari kitab suci (Al Quran) dan
memedomaninya dalam rangka mengamalkan ajaran tersebut dalam kehidupan
sehari-hari. Dengan mempelajari Al Quran, manusia juga akan mampu memiliki
kontak kepada Allah, baik secara langsung, misalnya melalui salat, zakat,
puasa, atau haji (hal ini disebut ibadah mahdah), maupun tidak langsung,
seperti dengan kegiatan muamalah, pemanfaatan lingkungan, atau kemasyarakatan
(hal ini disebut ibadah gairu mahdah). Firman Allah swt.
النَّبِيُّونَ أُوتِيَ وَمَا وَعِيسَى مُوسَى
أُوتِيَ وَمَا وَالأسْبَاطِ وَيَعْقُوبَ وَإِسْحَاقَ وَإِسْمَاعِيلَ
إِبْرَاهِيمَ إِلَى أُنْزِلَ ا وَمَا إِلَيْنَأُنْزِلَ وَمَا بِاللَّهِ
آمَنَّاقُولُوا
مُسْلِمُونَ لَهُ وَنَحْنُ مِنْهُمْ أَحَدٍ
بَيْنَ نُفَرِّقُ ل ا
رَبِّهِمْ مِنْ
Artinya: “Katakanlah (hai orang-orang
mukmin), 'Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan
apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak cucunya,
dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada
nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara
mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (QS Al Baqarah: 136).
2. Sebagai
Pedoman Hidup Manusia dalam Berhubungan dengan Dirinya Sendiri
Manusia berkewajiban untuk menjaga dirinya
agar selamat di dunia dan akhirat dengan cara menjalankan perintah Allah dan
menjauhi segala larangan-Nya. Hal tersebut diterangkan dalam Al Quran.
الْمَصِيرُ وَبِئْسَ مْ جَهَنَّمُ وَمَأْوَاهُمْ
عَلَيْهِوَاغْلُظْ وَالْمُنَافِقِينَ الْكُفَّارَ جَاهِدِ النَّبِيُّ أَيُّهَا يَا
Artinya: “Hai Nabi, perangilah orang- orang
kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat
mereka adalah Neraka jahanam dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali."
(QS At Tahrim: 9).
Pada zaman yang serba super canggih ini,
banyak manusia yang lupa terhadap dirinya sendiri, bahkan tidak sedikit yang
mengingkari asal kejadiannya sehingga akhirnya menjadi sombong, ingkar, dan
tidak mau mengakui bahwa dirinya berasal dari setetes air. Hal ini terjadi
karena ia belum meresapi hakikat keimanan yang sesungguhnya. Allah swt.
berfirman.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا بَعِيدًا
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan
Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab
yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul¬-Nya, dan hari kemudian,
maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh jauhnya." (QS An Nisa:
136).
3. Sebagai
Pedoman Hidup Manusia dalam Berhubungan dengan Sesama Manusia
Allah menciptakan manusia dari suku bangsa
yang berbeda-beda dengan tujuan agar saling mengenal dan tolong-menolong, tidak
saling bermusuhan dan Baling mencemooh karena kesombongan mereka. Di hadapan
Allah, manusia yang paling mulia adalah manusia yang paling bertakwa
kepada-Nya. Sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya
Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan
menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling
kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi
Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS Al Hujurat: 13).
Di dunia ini, manusia tidak mungkin hidup
sendirian, is pasti butuh bantuan orang lain. Bentuk kerja sama dalam pergaulan
tersebut (sering disebut muamalah) membutuhkan adanya saling pengertian, saling
menghargai, dan saling menghormati. Tentu saja dalam hal ini dibutuhkan adanya
tuntunan yang berasal dari wahyu Allah yang dibawa oleh para rasul-Nya untuk
menjadi pedoman hidup antara manusia dengan sesamanya.
4. Sebagai
Pedoman Hidup Manusia dalam Berhubungan dengan Alam
Adanya kitab yang diturunkan oleh Allah
swt. kepada para rasul-Nya juga memiliki fungsi yang tak kalah pentingnya,
yaitu untuk menjadi pedoman manusia dalam mengatur, mengelola, dan memanfaatkan
alam atau lingkungan karena sesungguhnya mereka diciptakan juga untuk
kesejahteraan manusia. Oleh karena itu, manusia wajib menjaga alam dari
kerusakan dan harus menjaga kelestariannya.
Allah swt berfirman.
لِلْعَالَمِينَا رَحْمَةً إِلأَرْسَلْنَاكَ
وَمَا
Artinya: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu,
melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS Al Anbiya: 107).
5.
Mempertebal keimanan kepada Allah SWT. Karena banyak hal-hal kehidupan manusia
yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan dan akal manusia, maka
kitab-kitab Allah manusia menjawab permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan
kehidupan manusia, baik yang tampak maupun yang gaib…
6.
Memperkuat keyakinan seseorang terhadap tugas Nabi Muhammad saw. Karena dengan
meyakini kitab-kitab Allah, maka akan percaya terhadap kebenaran Al-Qur’an dan
ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw..
7.
Menambah ilmu pengetahuan. Karena dalam kitab-kitab Allah, disamping berisi
tentang perintah dan larangan Allah, juga menjelaskan tentang pokok-pokok ilmu
pengetahuan untuk mendorong manusia mengembangkan dan memperluas wawasan sesuai
dengan perkembangan zaman..
8.
Menanamkan sikap toleransi terhadap pengikut agama lain. Karena dengan beriman
kepada kitab-kitab Allah, maka umat islam akan selalu menghormati dan
menghargai orang lain.hal ini sesuai apa yang dijelaskan dalam
Al-Qur’an dan Hadis..
3). Dalil Beriman kepada kitab-kitab Allah
4). Hukum Beriman kepada kitab-kitab Allah
Dasar hukum beriman kepada kitab-kitab
Allah
Firman Allah:
Dan mereka yang beriman kepada
Kitab(Al-Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang diturunkan
sebelum kamu serta mereka yakin kepada akan datangnya hari akhir ( QS.
Albaqarah;4)
QS. AlMaidah : 48
Hukum Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah
Percaya kepada kitab-kitab Allah hukumnya
wajib dan termasuk rukun iman yang ketiga. Barang siapa yang tidak
mempercayainya maka keimanannya diragukan dan termasuk orang yang tersesat ( Lihat QS. An-Nisa;136)
....Wahai orang-orang yang beriman tetaplah
beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab Al-Quran yang diturunkan
kepada rasul-Nya serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa yang
ingkar kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan
hari kemudian maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.( QS. An-Nisa:
136)
- Allah juga menurunkan sahifah-sahifah atau
lembaran lembaran firman Allah kepada Nabi Ibrahim dan nabi Musa as.
Firman Allah SWT:
وَمُوسَى
إِبْرَاهِيمَ صُحُفِ
artinya : “yaitu suhuf-suhuf (kitab-kitab)
yang diturunkan kepada Ibrahim dan Musa”(Qs.Al A’la:19)
Pembahasan tentang berapa jumlah kitab yang
telah Allah turunkan kepada para Rasul-Nya. Rasulullah saw pernah ditanya oleh
Abu Dzar. Ya Rasulullah berapakah jumlah kitab yang diturunkan Allah SWT.
Rasulullah menjawab sebagai berikut dalam hadisnya: ..seratus empat buah kitab,
Allah menurunkan kepada Nabi Syits 50 suhuf, kepada Nabi Khunukh ( idris) 30
suhuf, kepada Nabi Ibrahim 10 suhuf dan kepada Nabi Musa sebelum diberikan
kitab Taurat 10 suhuf. Dan Allah menurunkan kitab kitab Taurat, Kitab Injil,
kitab Zabur dan Kitab Al-Qur’an. (HR. Ibnu Hibban;362)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar