Rabu, 10 April 2019

makalah beriman kepada kitab kitab Allah

1).Pengertian Beriman kepada kitab-kitab Allah
Iman kepada kitab-kitab Allah SWT. ialah mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT. telah menurunkan kitab-kitab suci-Nya kepada Rasul-rasul pilihan-Nya. Kitab-kitab tersebut berisi wahyu-Nya untuk disampaikan kepada manusia. Kumpulan wahyu tersebut, ada yang disebut suhuf dan ada yang disebut kitab. Bagi umat Islam wajib hukumnya beriman kepada kitab-kitab yang telah diturunkan Allah SWT kepada Rasul-rasul-Nya, sebagaiman firman Allah SWT.  Yang Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya…." (QS. An-Nisa : 136)


2).Fungsi Beriman kepada kitab-kitab Allah
Sebagai Pedoman Hidup Manusia dalam Berhubungan dengan Allah
Allah menciptakan manusia dengan tujuan agar manusia menghambakan diri dan menyembah kepada-Nya merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar lagi sebagaimana firman Allah swt
لِيَعْبُدُونِ إِلا وَالإنْسَ الْجِنَّ خَلَقْتُ وَمَا
Artinya: "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (QS Az Zariyat: 56)
Apabila manusia tidak ingin diliputi oleh rasa hina dan kemerosotan martabat, maka hendaknya ia selalu berpegang teguh pada tali Allah, yaitu dengan cara mempelajari kitab suci (Al Quran) dan memedomaninya dalam rangka mengamalkan ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mempelajari Al Quran, manusia juga akan mampu memiliki kontak kepada Allah, baik secara langsung, misalnya melalui salat, zakat, puasa, atau haji (hal ini disebut ibadah mahdah), maupun tidak langsung, seperti dengan kegiatan muamalah, pemanfaatan lingkungan, atau kemasyarakatan (hal ini disebut ibadah gairu mahdah). Firman Allah swt.
النَّبِيُّونَ أُوتِيَ وَمَا وَعِيسَى مُوسَى أُوتِيَ وَمَا وَالأسْبَاطِ وَيَعْقُوبَ وَإِسْحَاقَ وَإِسْمَاعِيلَ إِبْرَاهِيمَ إِلَى أُنْزِلَ ا وَمَا إِلَيْنَأُنْزِلَ وَمَا بِاللَّهِ آمَنَّاقُولُوا
مُسْلِمُونَ لَهُ وَنَحْنُ مِنْهُمْ أَحَدٍ بَيْنَ نُفَرِّقُ ل ا رَبِّهِمْ مِنْ
Artinya: “Katakanlah (hai orang-orang mukmin), 'Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (QS Al Baqarah: 136).

2.            Sebagai Pedoman Hidup Manusia dalam Berhubungan dengan Dirinya Sendiri
Manusia berkewajiban untuk menjaga dirinya agar selamat di dunia dan akhirat dengan cara menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Hal tersebut diterangkan dalam Al Quran.
الْمَصِيرُ وَبِئْسَ مْ جَهَنَّمُ وَمَأْوَاهُمْ عَلَيْهِوَاغْلُظْ وَالْمُنَافِقِينَ الْكُفَّارَ جَاهِدِ النَّبِيُّ أَيُّهَا يَا
Artinya: “Hai Nabi, perangilah orang- orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah Neraka jahanam dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali." (QS At Tahrim: 9).

Pada zaman yang serba super canggih ini, banyak manusia yang lupa terhadap dirinya sendiri, bahkan tidak sedikit yang mengingkari asal kejadiannya sehingga akhirnya menjadi sombong, ingkar, dan tidak mau mengakui bahwa dirinya berasal dari setetes air. Hal ini terjadi karena ia belum meresapi hakikat keimanan yang sesungguhnya. Allah swt. berfirman.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا بَعِيدًا
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul¬-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh jauhnya." (QS An Nisa: 136).
3.            Sebagai Pedoman Hidup Manusia dalam Berhubungan dengan Sesama Manusia
Allah menciptakan manusia dari suku bangsa yang berbeda-beda dengan tujuan agar saling mengenal dan tolong-menolong, tidak saling bermusuhan dan Baling mencemooh karena kesombongan mereka. Di hadapan Allah, manusia yang paling mulia adalah manusia yang paling bertakwa kepada-Nya. Sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS Al Hujurat: 13).
Di dunia ini, manusia tidak mungkin hidup sendirian, is pasti butuh bantuan orang lain. Bentuk kerja sama dalam pergaulan tersebut (sering disebut muamalah) membutuhkan adanya saling pengertian, saling menghargai, dan saling menghormati. Tentu saja dalam hal ini dibutuhkan adanya tuntunan yang berasal dari wahyu Allah yang dibawa oleh para rasul-Nya untuk menjadi pedoman hidup antara manusia dengan sesamanya.
4.            Sebagai Pedoman Hidup Manusia dalam Berhubungan dengan Alam
Adanya kitab yang diturunkan oleh Allah swt. kepada para rasul-Nya juga memiliki fungsi yang tak kalah pentingnya, yaitu untuk menjadi pedoman manusia dalam mengatur, mengelola, dan memanfaatkan alam atau lingkungan karena sesungguhnya mereka diciptakan juga untuk kesejahteraan manusia. Oleh karena itu, manusia wajib menjaga alam dari kerusakan dan harus menjaga   kelestariannya. Allah swt berfirman.
لِلْعَالَمِينَا رَحْمَةً إِلأَرْسَلْنَاكَ وَمَا
Artinya: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS Al Anbiya: 107).
5.    Mempertebal keimanan kepada Allah SWT. Karena banyak hal-hal kehidupan manusia yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan dan akal manusia, maka kitab-kitab Allah manusia menjawab permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan manusia, baik yang tampak maupun yang gaib…
6.    Memperkuat keyakinan seseorang terhadap tugas Nabi Muhammad saw. Karena dengan meyakini kitab-kitab Allah, maka akan percaya terhadap kebenaran Al-Qur’an dan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw..
7.    Menambah ilmu pengetahuan. Karena dalam kitab-kitab Allah, disamping berisi tentang perintah dan larangan Allah, juga menjelaskan tentang pokok-pokok ilmu pengetahuan untuk mendorong manusia mengembangkan dan memperluas wawasan sesuai dengan perkembangan zaman..
8.    Menanamkan sikap toleransi terhadap pengikut agama lain. Karena dengan beriman kepada kitab-kitab Allah, maka umat islam akan selalu menghormati dan menghargai orang lain.hal ini sesuai apa yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadis..



3). Dalil Beriman kepada kitab-kitab Allah
4). Hukum Beriman kepada kitab-kitab Allah
Dasar hukum beriman kepada kitab-kitab Allah
Firman Allah:
Dan mereka yang beriman kepada Kitab(Al-Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang diturunkan sebelum kamu serta mereka yakin kepada akan datangnya hari akhir ( QS. Albaqarah;4)
QS. AlMaidah : 48 
Hukum Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah
Percaya kepada kitab-kitab Allah hukumnya wajib dan termasuk rukun iman yang ketiga. Barang siapa yang tidak mempercayainya maka keimanannya diragukan dan termasuk orang yang tersesat  ( Lihat QS. An-Nisa;136)
....Wahai orang-orang yang beriman tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab Al-Quran yang diturunkan kepada rasul-Nya serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa yang ingkar kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.( QS. An-Nisa: 136)

- Allah juga menurunkan sahifah-sahifah atau lembaran lembaran firman Allah kepada Nabi Ibrahim dan nabi Musa as.
Firman Allah SWT:
وَمُوسَى إِبْرَاهِيمَ صُحُفِ
artinya : “yaitu suhuf-suhuf (kitab-kitab) yang diturunkan kepada Ibrahim dan Musa”(Qs.Al A’la:19)
Pembahasan tentang berapa jumlah kitab yang telah Allah turunkan kepada para Rasul-Nya. Rasulullah saw pernah ditanya oleh Abu Dzar. Ya Rasulullah berapakah jumlah kitab yang diturunkan Allah SWT. Rasulullah menjawab sebagai berikut dalam hadisnya: ..seratus empat buah kitab, Allah menurunkan kepada Nabi Syits 50 suhuf, kepada Nabi Khunukh ( idris) 30 suhuf, kepada Nabi Ibrahim 10 suhuf dan kepada Nabi Musa sebelum diberikan kitab Taurat 10 suhuf. Dan Allah menurunkan kitab kitab Taurat, Kitab Injil, kitab Zabur dan Kitab Al-Qur’an. (HR. Ibnu Hibban;362)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengalaman Asistensi Mengajar di SMK N 02 Probolinggo

  ESSAY ASISTENSI MENGAJAR SMKN 02 PROBOLINGGO   Saya Arridlotun Nurushibyan yang diamanahi sebagai guru mata pelajaran CNC akan menceri...