Pembahasan sebelumnya menjelaskan bahwa
saintis adalah orang yang berusaha untuk mempelajari dan mengamati fenomena
alam. Proses mengamati dan mempelajari fenomena alam disebut metodologi ilmiah.
Metodologi ilmiah tidak memiliki standar baku yang pasti sehingga saintis
sangat dimungkinkan untuk mengembangkan metodologinya sendiri. Namun, mayoritas
metodologi penelitian menggunakan pola yang umum seperti gambar berikut,
Saintis mengawali suatu investigasi
berdasarkan rasa ingin tahunya. Rasa ingin tahu tersebut memunculkan keinginan
untuk bertanya tentang segala sesuatu yang dilihatnya. Untuk menjawab semua
rasa penasaran, Saintis melakukan diskusi dengan berbagai pihak untuk
mendapatkan banyak sudut pandang tentang suatu fenomena. Selain itu, Saintis
juga melakukan kajian ilmiah dengan membaca buku-buku ataupun jurnal untuk
memperkaya informasi. Setelah itu, saintis memprediksi jawaban atas fenomena
tersebut dengan suatu hipotesis. Untuk mendapatkan jawaban yang lebih
meyakinkan, saintis biasanya melaksanakan observasi lanjutan/menguji
fenomena/melakukan permodelan. Hasil dari kegiatan dianalisis dengan berbagai
metode/sudut pandang. Hasil analisis kemudian disimpulkan dan dikomunikasikan
dengan pihak lain untuk dapat mengkritisi hasil yang diperoleh. Jika hipotesis
sesuai maka diperlukan pengulangan investigasi untuk lebih meyakinkan dan jika
hipotesis tidak sesuai maka diperlukan pengubahan hipotesis dan dilanjutkan
dengan investigasi. Berikut adalah contoh dari metode ilmiah :
- Membuat pertanyaan ilmiah
Langkah pertama dalam metode ilmiah adalah
menentukan masalah yang akan dipecahkan, dan untuk menemukan masalah kita perlu
membuat pertanyaan Karena bertanya merupakan salah satu indikator seseorang
untuk mendapatkan jawaban dari rasa ingin tahunya.
-
Membuat Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan atau prediksi
sementara terhadap masalah berdasarkan data dan informasi yang telah diperoleh
sebelumnya. Kebenaran dari hipotesis yang diajukan ini belum pasti, jadi harus
dilakukan pengujian dan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hal tersebut.
-
Menguji Hipotesis
Hipotesis yang telah dibuat perlu diuji
kebenarannya. Caranya yaitu dengan melakukan eksperimen atau percobaan.
Eksperimen adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menguji dan
membuktikan hipotesis yang telah disampaikan sebelumnya. Tujuan dari eksperimen
adalah untuk membuktikan hipotesis dengan didukung oleh bukti yang nyata. Untuk
mendapatkan hasil yang pasti, eksperimen bisa dilakukan lebih dari satu kali.
-
Membuat Kesimpulan
Kesimpulan adalahhasil akhir yang diperoleh
setelah melewati serangkaian metode-metode ilmiah diatas. Kesimpulan dibuat
berdasarkan hasil dari eksperimen. Kesimpulan bisa sesuai (menerima)hipotesis,
namun bisa juga tidak sesuai (menolak)hipotesis.
Keselamatan Kerja di Laboratorium
Dalam melakukan eksperimen, pada umumnya
dilakukan di laboratorium. Selama di dalam laboratorium diusahakan memakai
peralatan perlindungan diri agar tidak membahayakan diri. Peralatan tersebut
diantaranya Jas Praktikum, kacamata laboratorium, masker hidung.Di setiap
laboratorium memilki aturan-aturan yang harus dijalankan dan ditaati oleh
praktikan. Tata tertib tersebut diantaranya:
a.
Siswa masuk dalam laboratorium harus didampingi guru pendamping
praktikum.
b.
Menggunakan baju khusus (jas lab) untuk bekerja di dalam laboratorium
saat melakukan percobaan.
c.
Dilarang mencicipi bahan kimia
d.
Mencium bahan kimia tidak boleh langsung menghirup uapnya dari wadah.
Cara mencium bahan kimia dengan cara mengibaskan tangan diatas botol atau wadah
zat yang mengeluarkan uap kearah hidung sampai baunya terdeteksi.
e.
Hendaknya selalu berhati-hati dan menghindari kebakaran.Kayu atau kertas
yang terbakar atau membara jangan diletakkan ataudibuang pada tempat sampah,
untuk menyalakan pemanas, jangan menggunakan kertas yang dibakar.
f.
Jika terjadi kecelakaan,barang pecah, atau alat rusak,harus segera
dilaporkan kepada guru yang bertugas pada waktu itu
g.
Jangan mecampurkan bahan kimia secara sembarangan, alat dan bahan kimia
harus digunakan menurut petunjuk yang diberikan
h.
Pada saat memanaskan bahan-bahan kimia dalam tabung reaksi, mulut tabung
jangan diarahkan ke teman di dekat anda
i.
Supaya tidak memegangbenda panas tampak diketahui sebelumnya, rasakan
suhu benda itu terlebih dahulu dengan mendekatkan
j.
Jika memasukan pipa kaca ke dalam sumbat karet,gunakan gliserin atau
pelicin yang lain dan lindungi tangan dengan kain. jika reaksi yang terjadi
adalah reaksi organik, maka pelicin yang digunakan adalah air
k.
Setelah digunakan, alat-alat harus dibersihkan, kemudian dikembalikan
ketempat semula. Sebelum di tinggal, meja praktikum harus dalam keadaan bersih
dan kering
l.
Setelah praktikum selesai, tangan harus dicuci hingga bersih (dengan
sabun).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar