Rabu, 10 April 2019

METODOLOGI ILMIAH


Pembahasan sebelumnya menjelaskan bahwa saintis adalah orang yang berusaha untuk mempelajari dan mengamati fenomena alam. Proses mengamati dan mempelajari fenomena alam disebut metodologi ilmiah. Metodologi ilmiah tidak memiliki standar baku yang pasti sehingga saintis sangat dimungkinkan untuk mengembangkan metodologinya sendiri. Namun, mayoritas metodologi penelitian menggunakan pola yang umum seperti gambar berikut,

Saintis mengawali suatu investigasi berdasarkan rasa ingin tahunya. Rasa ingin tahu tersebut memunculkan keinginan untuk bertanya tentang segala sesuatu yang dilihatnya. Untuk menjawab semua rasa penasaran, Saintis melakukan diskusi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan banyak sudut pandang tentang suatu fenomena. Selain itu, Saintis juga melakukan kajian ilmiah dengan membaca buku-buku ataupun jurnal untuk memperkaya informasi. Setelah itu, saintis memprediksi jawaban atas fenomena tersebut dengan suatu hipotesis. Untuk mendapatkan jawaban yang lebih meyakinkan, saintis biasanya melaksanakan observasi lanjutan/menguji fenomena/melakukan permodelan. Hasil dari kegiatan dianalisis dengan berbagai metode/sudut pandang. Hasil analisis kemudian disimpulkan dan dikomunikasikan dengan pihak lain untuk dapat mengkritisi hasil yang diperoleh. Jika hipotesis sesuai maka diperlukan pengulangan investigasi untuk lebih meyakinkan dan jika hipotesis tidak sesuai maka diperlukan pengubahan hipotesis dan dilanjutkan dengan investigasi. Berikut adalah contoh dari metode ilmiah :
-          Membuat pertanyaan ilmiah


Langkah pertama dalam metode ilmiah adalah menentukan masalah yang akan dipecahkan, dan untuk menemukan masalah kita perlu membuat pertanyaan Karena bertanya merupakan salah satu indikator seseorang untuk mendapatkan jawaban dari rasa ingin tahunya.


-          Membuat Hipotesis


Hipotesis adalah dugaan atau prediksi sementara terhadap masalah berdasarkan data dan informasi yang telah diperoleh sebelumnya. Kebenaran dari hipotesis yang diajukan ini belum pasti, jadi harus dilakukan pengujian dan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hal tersebut.


-          Menguji Hipotesis


Hipotesis yang telah dibuat perlu diuji kebenarannya. Caranya yaitu dengan melakukan eksperimen atau percobaan. Eksperimen adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menguji dan membuktikan hipotesis yang telah disampaikan sebelumnya. Tujuan dari eksperimen adalah untuk membuktikan hipotesis dengan didukung oleh bukti yang nyata. Untuk mendapatkan hasil yang pasti, eksperimen bisa dilakukan lebih dari satu kali.


-          Membuat Kesimpulan


Kesimpulan adalahhasil akhir yang diperoleh setelah melewati serangkaian metode-metode ilmiah diatas. Kesimpulan dibuat berdasarkan hasil dari eksperimen. Kesimpulan bisa sesuai (menerima)hipotesis, namun bisa juga tidak sesuai (menolak)hipotesis.

Keselamatan Kerja di Laboratorium


Dalam melakukan eksperimen, pada umumnya dilakukan di laboratorium. Selama di dalam laboratorium diusahakan memakai peralatan perlindungan diri agar tidak membahayakan diri. Peralatan tersebut diantaranya Jas Praktikum, kacamata laboratorium, masker hidung.Di setiap laboratorium memilki aturan-aturan yang harus dijalankan dan ditaati oleh praktikan. Tata tertib tersebut diantaranya:


a.       Siswa masuk dalam laboratorium harus didampingi guru pendamping praktikum.


b.      Menggunakan baju khusus (jas lab) untuk bekerja di dalam laboratorium saat melakukan percobaan.


c.       Dilarang mencicipi bahan kimia


d.      Mencium bahan kimia tidak boleh langsung menghirup uapnya dari wadah. Cara mencium bahan kimia dengan cara mengibaskan tangan diatas botol atau wadah zat yang mengeluarkan uap kearah hidung sampai baunya terdeteksi.


e.       Hendaknya selalu berhati-hati dan menghindari kebakaran.Kayu atau kertas yang terbakar atau membara jangan diletakkan ataudibuang pada tempat sampah, untuk menyalakan pemanas, jangan menggunakan kertas yang dibakar.


f.        Jika terjadi kecelakaan,barang pecah, atau alat rusak,harus segera dilaporkan kepada guru yang bertugas pada waktu itu


g.      Jangan mecampurkan bahan kimia secara sembarangan, alat dan bahan kimia harus digunakan menurut petunjuk yang diberikan


h.      Pada saat memanaskan bahan-bahan kimia dalam tabung reaksi, mulut tabung jangan diarahkan ke teman di dekat anda


i.        Supaya tidak memegangbenda panas tampak diketahui sebelumnya, rasakan suhu benda itu terlebih dahulu dengan mendekatkan


j.        Jika memasukan pipa kaca ke dalam sumbat karet,gunakan gliserin atau pelicin yang lain dan lindungi tangan dengan kain. jika reaksi yang terjadi adalah reaksi organik, maka pelicin yang digunakan adalah air


k.      Setelah digunakan, alat-alat harus dibersihkan, kemudian dikembalikan ketempat semula. Sebelum di tinggal, meja praktikum harus dalam keadaan bersih dan kering



l.        Setelah praktikum selesai, tangan harus dicuci hingga bersih (dengan sabun).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengalaman Asistensi Mengajar di SMK N 02 Probolinggo

  ESSAY ASISTENSI MENGAJAR SMKN 02 PROBOLINGGO   Saya Arridlotun Nurushibyan yang diamanahi sebagai guru mata pelajaran CNC akan menceri...