Fisika sebagai salah satu bagian dari IPA, pada
hakikatnya merupakan suatu kumpulan pengetahuan (a body of knowledge), cara
penyelidikan (a way of investigating), dan cara berpikir (a way of thinking).
Fisika sebagai kumpulan pengetahuan
Fisika merupakan kumpulan pengetahuan yang mempelajari sifat dan gejala pada benda-benda di alam. Gejala-gejala ini mulanya ditangkap oleh indera manusia, misalnya mata sebagai alat optik dapat digunakan untuk melihat karena adanya cahaya; petir menggelegar dapat ditangkap oleh indera pendengaran; indra peraba seperti kulit, dapat merasakan panas. Melalui proses interaksi antara manusia dengan alam, manusia akan menemukan suatu pengetahuan. Hasil penemuan manusia maupun penyelidikan yang dilakukan oleh para ilmuan, selanjutnya disusun menjadi sebuah kumpulan pengetahuan (a body ofknowledge) yang disebut sebagai produk. Kumpulan pengetahuan tersebut, dapat berupa fakta, konsep, prinsip, hukum, ramus, teori, dan model.
Fisika merupakan kumpulan pengetahuan yang mempelajari sifat dan gejala pada benda-benda di alam. Gejala-gejala ini mulanya ditangkap oleh indera manusia, misalnya mata sebagai alat optik dapat digunakan untuk melihat karena adanya cahaya; petir menggelegar dapat ditangkap oleh indera pendengaran; indra peraba seperti kulit, dapat merasakan panas. Melalui proses interaksi antara manusia dengan alam, manusia akan menemukan suatu pengetahuan. Hasil penemuan manusia maupun penyelidikan yang dilakukan oleh para ilmuan, selanjutnya disusun menjadi sebuah kumpulan pengetahuan (a body ofknowledge) yang disebut sebagai produk. Kumpulan pengetahuan tersebut, dapat berupa fakta, konsep, prinsip, hukum, ramus, teori, dan model.
Pengertian Secara Umum
Fisika merupakan sains atau ilmu tentang alam dalam
makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam
lingkup ruang dan waktu.
Para fisikawan atau ahli fisika
mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai
dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel)
hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia
Fisika adalah ilmu alam, ilmu tentang zat dan
energy, seperti panas , cahaya, dan bunyi; ilmu yang membahas materi,
energi, dan interaksinya.
Pengertian Fisika secara Ontologi
Fisika adalah
ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan penemuan dan pemahaman mendasar
hukum-hukum yang menggerakkan Fisika adalah studi mengenai dunia
anorganik fisik, sebagai lawan dari dunia organik
sepertibiologi, fisiologi dan lain-lain. (physical science,
Britannica Concise Encyclopedia, 2006).Atau dalam pengertian lain fisika adalah
ilmu yang mempelajari/mengkaji benda-benda yang ada di alam,
gejala-gejala, kejadian-kejadian alam serta interaksi dari benda-benda di alam
tersebut secara fisik dan mencoba merumuskannya secara matematis sehingga dapat
dimengerti secara pasti oleh manusia untuk kemanfaatan umat manusia lebih
lanjut. Jadi fisika merupakan
suatu cabang ilmu pengetahuan sains yang mempelajari sesuatu yang konkret dan
dapat dibuktikan secara matematis dengan menggunakan rumus-rumus persamaan yang
didukung adanya penelitian yang terus dikembangkan oleh para fisikawan.
Pengertian Fisika secara Epistimologi
Menurut sejarah, fisika adalah
bidang ilmu yang tertua, karena dimulai dari pengamatan-pengamatan dari gerakan
benda-benda langit. Terdapat dua hal saling terkait yang tidak bisa dipisahkan
di dalam fisika, yaitu pengamatan dalam eksperimen dan telaah teori. Keduanya
tidak dapat dipisahkan saling tergantung satu sama lain. Untuk sesuatu yang
baru teori bergantung pada hasil-hasil eksperimen, tapi di sisi lain arah
eksperimen dipandu dengan adanya teori (Timo A. Nieminen, Theory versus
experiment? No!, The University of Queensland, Friday, 6th October, 2006).Awal
mula adanya ilmu fisika ini lebih pada berbagai macam pertanyaan yang
timbul dalam benak manusia mengenai segala apa yang ada dan terjadi di alam ini
yang membuat manusia melakukan berbagai upaya guna mencari jawabannya. Salah
satunya adalah dengan melakukan pengamatan yang dilanjutkan dengan penelitian
yang akhirnya akan mendapatkan suatu hasil sebagai jawaban berupa teori
mengenai fenomena alam yang ada dalam hukum-hukum fisika. Segala apa
yang dikaji dalam fisika tidak lepas dari apa yang telah tersirat
dalam Al-qur’an.
Pengertian Fisika secara Aksiologi
Manusia adalah makhluk yang memiliki tujuan di bumi
ini untuk beribadah kepada Allah, ibadah ini dalam pengertian yang luas dan
bukan hanya ibadah yang sifatnya khusus belaka. Untuk memaksimalkan ibadah dan
penghambaan manusia pada Sang Pencipta itu, manusia harus
mengenal Ayat-Ayat Kauniyah yang telah diturunkan sebagai kebenaran
bagi manusia. Salah satu Ayat Kauniyah itu adalah Fisika yang
seharusnya menyenangkan, karena dengan jalan demikian yang merupakan salah satu
dari banyak jalan kita dapat lebih memaksimalkan potensi religiousitas kita.
Ketika kita belajar fisika, kita melihat fenomena-fenomena alam yang
begitu menakjubkan. Sehingga akan menambah keimanan kita sebagai hamba Allah.
Tujuan fisika adalah
agar kita dapat mengerti bagian dasar dari benda-benda dan interaksi antara
benda-benda, jadi untuk menerangkan gejala-gejala alam. Perkembangan ilmu
fisika dalam kehidupan manusia telah membawa manusia kepada kehidupan yang
lebih baik.
Selain pengertian di atas para ahli juga mencoba
merumuskan pengertian Fisika yaitu :
1. Menurut
Marcelo Alonso dan Edward J. Finn
“Fisika adalah suatu ilmu yang tujuannya
mempelajari komponen materi dan saling antar-aksinya. Dengan menggunakan
pengertian antaraksi ini ilmuan menerangkan sifat materi dalam benda,
sebagaimana gejala alam lain yang kita amati.
2. Freedman.Pendamping,
T.R.Sandin dan A.Lewis Ford
a. Fisika adalah salah satu
ilmu yang paling dasar dari ilmu pengetahuan.
b. Fisika merupakan dasar dari
semua ilmu rekayasa dan teknologi
c. Fisika adalah ilmu
eksperimental
d. Fisika adalah proses yang
membawah kita pada prinsip – prinsip umum yang mendeskripsikan bagaimana
perilaku dunia fisik
e. Fisika adalah ilmu
percobaan.
3. Paul
A. Tipler
Fisika adalah ilmu pengetahuan yang paling
fundamental karena merupaakan dasar dari semua bidang sains yang lain.
4. Drs.
Supiyanto, M. Si.
Fisika adalah ilmu fundamental yang menjadi tulang
punggung bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
5. Menurut
I r. Harrys SI Regar
Fisika adalah ilmu yang paling fundamental dan
mencakup semua sains, baik sains benda-benda hidup maupun sains fisika.
6. E.Budikase,
dan Nyoman
Fisika adalah suatu ilmu yang lebih banyak
memerlukan pemahaman daripada penghafalan.
Tujuan mempelajari fisika
Tujuan mempelajari fisika adalah agar manusia mengenai bagian-bagian dasar dari benda dan memahami interaksi antarbenda sehingga menimbulkan gejala-gejala di alam maupun lingkungan. Selain itu, agar manusia mampu menjelaskan fenomena-fenomena alam yang terjadi.Fisika juga menjadi ilmu pengetahuan yang mendasar, karena berhubungan dengan perilaku dan struktur benda, khususnya benda mati. Fisika tidak hanya berlaku untuk benda-benda berukuran besar seperti planet dan matahari. Benda-benda kecil pun seperti muon, elektron, proton, bahkan foton, dapat dijelaskan melalui ilmu fisika.Ini juga contoh tujuan mempelajari fisika:
a.) Untuk memahami ilmu fisika sesuai kedalaman mata pelajaran atau mata kuliah.
Tujuan mempelajari fisika adalah agar manusia mengenai bagian-bagian dasar dari benda dan memahami interaksi antarbenda sehingga menimbulkan gejala-gejala di alam maupun lingkungan. Selain itu, agar manusia mampu menjelaskan fenomena-fenomena alam yang terjadi.Fisika juga menjadi ilmu pengetahuan yang mendasar, karena berhubungan dengan perilaku dan struktur benda, khususnya benda mati. Fisika tidak hanya berlaku untuk benda-benda berukuran besar seperti planet dan matahari. Benda-benda kecil pun seperti muon, elektron, proton, bahkan foton, dapat dijelaskan melalui ilmu fisika.Ini juga contoh tujuan mempelajari fisika:
a.) Untuk memahami ilmu fisika sesuai kedalaman mata pelajaran atau mata kuliah.
Sebagai pelajar yang mempelajari fisika tentu agar
bisa memahami kompetensi yang dimuat dalam standar isi sehingga jika menghadapi
ulangan dan ujian akhir mendapat nilai tinggi. Bagi mahasiswa yang mengambil
mata kuliah fisika atau yang terkait dengan fisika tentu agar bisa memahami materi
yang termuat dalam sistem kredit semester sehingga setelah ujian semester
mendapat nilai A atau B.
b.) Untuk bisa berkarya dan
berinovasi bagi ilmu fisika seperti melakukan penelitian.
Ilmu fisika yang kita pelajari merupa-kan hasil
kerja sama para pengembangnya di seluruh dunia. Siapa saja, di mana saja, dan
kapan saja, seorang pecinta fisika boleh menyumbangkan sesuatu bagi ilmu ini.
Ada yang menyumbang dalam bentuk penemuan gejala atau peri laku alam baru, ada
yang menyumbang gagasan untuk lebih mema-hami keterkaitan antara rangkaian
gelaja dan atau perilaku alam yang sudah diketahui, bahkan ada pula yang
berspekulasi meramal-kan gejala atau perilaku alam yang baru berdasarkan
penalaran lebih lanjut dari gaga-san yang telah teruji kebenarannya. Berkarya
untuk ilmu fisika menuntut kita untuk selalu mengetahui apa saja yang sampai
kini sudah disumbangkan oleh para pengembang fisika lainnya, yang berdomisili
terserak di seluruh penjuru dunia. Kita harus punya saluran komunikasi yang
dapat memberikan informasi mutakhir. Komu-nikasi terbaik tentunya terjadi kalau
kita sendiri dapat berada bersama dengan tokoh-tokoh pegembang utama, yang
lazimnya bermukim di pusat-pusat pengembangan yang sudah membuktikan keunggulan
prestasinya. Komunikasi langsung dengan pengembang fisika memungkinkan kita
untuk berdiskusi timbal balik, medengar dari tangan pertama suka duka
pergumulan dalam menjelajahi penelitian fisika. Jangan lupa, apa yang muncul di
jurnal fisika adalah himpunan sejarah sukses (success story), tidak memuat
informasi tentang jalur-jalur penelitian yang sudah cukup lama digarap tetapi
tetap buntu.
Kekayaan ilmu fisika saat ini sudah begitu besarnya,
sehingga rasanya mustahil bagi seseorang untuk dapat menampung seluruh ilmu itu
di dalam benaknya. Seorang pengembang cukup puas dengan hanya mengikuti satu
atau beberapa jalur perkembangan fisika. Pada dasarnya, fisika adalah ilmu yang
kebenarannya dihakimi oleh pengamatan. Suasana berkarya akan menjadi semarak
apabila peralatan yang sanggup mengungkap aspek-aspek fisika yang digarap itu
terdapat ditempat yang sama. Dengan kata lain, diperlukan fasilitas dan tenaga
yang memudahkan interaksi antara eksperimen dan teori yang dapat digarap
ditempat yang sama.
c.) Untuk bisa menerapkan
fisika dan mengimplementasikan ke bidang lain.
Pengetahuan tentang gejala dan perilaku alam yang
dihimpun dalam ilmu fisika telah banyak digunakan untuk mem-bantu profesi lain,
seperti profesi di bidang rekayasa, pertanian, dan kedokteran. Fisika sering
dimasukkan dalam katagori ilmu dasar. Maksudnya, untuk dapat menjadi dokter,
insinyur diperlukan sejumlah penge-tahuan fisika sebagai basis pemahaman ilmu
yang berkaitan dengan profesinya. Ilmu yang berkaitan dengan profesi tersebut
berkem-bang tarus. Misalnya, ilmu kedokteran telah menerapkan cara pengobatan
dengan radiasi, berkas laser digunakan untuk pembedahan. Pengetahuan fisika
yang diperlukan untuk menangani hal ini jelas bukan lagi apa yang dulu disebut
fisika dasar. Artinya diperlukan tenaga-tenaga yang sudah jauh belajar tentang
fisika ilmu fisika. Keakraban ilmu fisika dengan profesi di bidang
rekayasa tentunya jauh lebih dalam lagi. Tengok saja apa yang terjadi setelah
prinsip laser ditemukan oleh ilmu fisika beberapa tahun beselang. Produk-produk
teknologi baru yang menggunakan laser bermunculan, seperti: alat pemotong baja,
pengarah dalam pemetaan, kaset vidio dan audio, printers, dst.
d.) Untuk menjadi guru fisika atau
dosen fisika.
Guru merupakan penyambung untuk mewariskan ilmu dari
satu generasi ke generasi berikutnya. Ia memang bukan pembuat ilmu, tetapi ia
dituntut untuk tahu benar tentang ilmu yang ingin dipindah tangankan ke
generasi muda. Sebab jika tidak, kita khawatir bahwa yang diwariskan adalah
hal-hal yang keliru sehingga arti pewarisan itu menjadi tidak bermakna. Di
samping memiliki pengetahuan yang benar tentang ilmu fisika, iapun perlu
memperlajari teknik komunikasi. Sebaiknya teknik komu-nikasi tidak hanya satu
corak, sebab yang belajar fisika adalah orang-orang yang bermacam-macam
pembawaannya. Pengem-bangan alternatif teknik komunikasi maru-pakan bagian dari
kehidupan profesinya sebagai guru fisika.
Bidang kajian fisika
Telah disebutkan sebelumnya, bahwa fisika merupakan ilmu yang paling mendasar dari semua cabang sains (IPA) dan berhubungan dengan perilaku dan struktur materi. Banyak bidang yang dapat dikaji dalam fisika, misalnya mekanika, gelombang dan optik,listrik dan magnet,termodinamika, relativitas, dan sebagainya. Mekanika misalnya, merupakan ilmu fisika tertua yang mempelajari tentang gerak, penyebab dan akibatnya.
Fisika terbagi menjadi fisika klasik dan fisika modem. Fisika klasik adalah Fisika yang didasari pada prinsip-prinsip yang dikembangkan sebelum bangkitnya teori kuantum, misalnya, mekanika, optika, termodinamika, dan magnet. Sedangkan fisika modern merupakan salah satu bagian dari ilmu fisika yang mempelajari perilaku materi dan energi pada skala atomik, serta partikel-partikel subatomik atau gelombang. Fisika modern berkembang pesat pada abad ke-20 dan ke-21 sejak penemuan teori relativitas Einstein dan radioaktivitas oleh pasangan suami istri Pierre Currie dan Marie Currie.
Fisika sebagai cara penyelidikan
Fisika sebagai cara penyelidikan (a way of investigating),merupakan proses yang memberikan gambaran tentang berbagai kegiatan penemuan yang dilakukan para ilmuan, untuk menyusun suatu ilmu pengetahuan. Sebagai dasar dari semua cabang sains (IPA), proses pengamatan atau penyelidikan menjadi kegiatan penting dalam fisika. Fisika tidak akan berkembang tanpa adanya pengamatan yang dikemas dalam rangkaian kegiatan percobaan atau eksperimen. Kegiatan ilmiah tersebut dilakukan untuk membuktikan kebenaran suatu teori, atau untuk menciptakan teori baru.Selain itu, yang tidak kalah penting adalah kegiatan pengukuran dalam fisika. Dalam kegiatan pengukuran, kesesuaian alat-alat ukur yang digunakan untuk memperoleh data pengukuran harus kamu perhatikan. Alat ukur harus digunakan sesuai fungsinya. Misalnya, ketika kamu menggunakan multimeter, kamu harus menggunakan alat tersebut untuk mengukur tegangan atau hambatan. Karenanya, tidak tepat kamu menggunakan multimeter untuk mengukur suhu badanmu. Teori dalam Fisika akan berkembang seiring perkembangan percobaan yang dilakukan para ilmuan. Namun, tidak selamanya teori dirumuskan melalui kegiatan pengamatan. Kehebatan dalam berimajinasi oleh para ilmuan, ternyata mampu menghadirkan teori baru yang dapat digunakan untuk menjelaskan suatu pengamatan. Teori relativitas, teori elektromagnetik tentang cahaya, dan hukum gravitasi universal Newton, merupakan sederetan hasil imajinasi cerdas para ilmuan.
Fisika sebagai cara berpikir
Untuk mewujudkan suatu produk fisika, diperlukan pemikiran dan kreatifitas pada proses pengamatan atau penyelidikan fisika, oleh para ilmuan fisika (a way of thinking). Dalam proses berpikir dan berkreasi, tentu harus diiringi dengan sikap-sikap ilmiah yang harus diterapkan seperti jujur, rasa ingin tahu, bertanggungjawab, disiplin, dan sebagainya. Kegiatan pemikiran para ilmuwan fisika, dipandang sebagai kegiatan kreatif karena ide-ide dan penjelasan-penjelasan dari suatu gejala alam, dianalisis dalam pikiran. Karenanya, pemikiran para ilmuwan sangat berkaitan dengan hakikat fisika sebagai sikap
Fisika sebagai cara penyelidikan (a way of investigating),merupakan proses yang memberikan gambaran tentang berbagai kegiatan penemuan yang dilakukan para ilmuan, untuk menyusun suatu ilmu pengetahuan. Sebagai dasar dari semua cabang sains (IPA), proses pengamatan atau penyelidikan menjadi kegiatan penting dalam fisika. Fisika tidak akan berkembang tanpa adanya pengamatan yang dikemas dalam rangkaian kegiatan percobaan atau eksperimen. Kegiatan ilmiah tersebut dilakukan untuk membuktikan kebenaran suatu teori, atau untuk menciptakan teori baru.Selain itu, yang tidak kalah penting adalah kegiatan pengukuran dalam fisika. Dalam kegiatan pengukuran, kesesuaian alat-alat ukur yang digunakan untuk memperoleh data pengukuran harus kamu perhatikan. Alat ukur harus digunakan sesuai fungsinya. Misalnya, ketika kamu menggunakan multimeter, kamu harus menggunakan alat tersebut untuk mengukur tegangan atau hambatan. Karenanya, tidak tepat kamu menggunakan multimeter untuk mengukur suhu badanmu. Teori dalam Fisika akan berkembang seiring perkembangan percobaan yang dilakukan para ilmuan. Namun, tidak selamanya teori dirumuskan melalui kegiatan pengamatan. Kehebatan dalam berimajinasi oleh para ilmuan, ternyata mampu menghadirkan teori baru yang dapat digunakan untuk menjelaskan suatu pengamatan. Teori relativitas, teori elektromagnetik tentang cahaya, dan hukum gravitasi universal Newton, merupakan sederetan hasil imajinasi cerdas para ilmuan.
Fisika sebagai cara berpikir
Untuk mewujudkan suatu produk fisika, diperlukan pemikiran dan kreatifitas pada proses pengamatan atau penyelidikan fisika, oleh para ilmuan fisika (a way of thinking). Dalam proses berpikir dan berkreasi, tentu harus diiringi dengan sikap-sikap ilmiah yang harus diterapkan seperti jujur, rasa ingin tahu, bertanggungjawab, disiplin, dan sebagainya. Kegiatan pemikiran para ilmuwan fisika, dipandang sebagai kegiatan kreatif karena ide-ide dan penjelasan-penjelasan dari suatu gejala alam, dianalisis dalam pikiran. Karenanya, pemikiran para ilmuwan sangat berkaitan dengan hakikat fisika sebagai sikap
METODOLOGI ILMIAH
Pembahasan sebelumnya menjelaskan bahwa saintis
adalah orang yang berusaha untuk mempelajari dan mengamati fenomena alam.
Proses mengamati dan mempelajari fenomena alam disebut metodologi ilmiah.
Metodologi ilmiah tidak memiliki standar baku yang pasti sehingga saintis
sangat dimungkinkan untuk mengembangkan metodologinya sendiri. Namun, mayoritas
metodologi penelitian menggunakan pola yang umum seperti gambar berikut,
Saintis mengawali suatu investigasi berdasarkan rasa ingin tahunya. Rasa ingin
tahu tersebut memunculkan keinginan untuk bertanya tentang segala sesuatu yang
dilihatnya. Untuk menjawab semua rasa penasaran, Saintis melakukan diskusi
dengan berbagai pihak untuk mendapatkan banyak sudut pandang tentang suatu
fenomena. Selain itu, Saintis juga melakukan kajian ilmiah dengan membaca
buku-buku ataupun jurnal untuk memperkaya informasi. Setelah itu, saintis
memprediksi jawaban atas fenomena tersebut dengan suatu hipotesis. Untuk
mendapatkan jawaban yang lebih meyakinkan, saintis biasanya melaksanakan
observasi lanjutan/menguji fenomena/melakukan permodelan. Hasil dari kegiatan
dianalisis dengan berbagai metode/sudut pandang. Hasil analisis kemudian
disimpulkan dan dikomunikasikan dengan pihak lain untuk dapat mengkritisi hasil
yang diperoleh. Jika hipotesis sesuai maka diperlukan pengulangan investigasi
untuk lebih meyakinkan dan jika hipotesis tidak sesuai maka diperlukan
pengubahan hipotesis dan dilanjutkan dengan investigasi. Berikut adalah contoh
dari metode ilmiah :
-
Membuat pertanyaan ilmiah
Langkah pertama dalam metode ilmiah adalah
menentukan masalah yang akan dipecahkan, dan untuk menemukan masalah kita perlu
membuat pertanyaan Karena bertanya merupakan salah satu indikator seseorang
untuk mendapatkan jawaban dari rasa ingin tahunya.
-
Membuat Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan atau prediksi sementara
terhadap masalah berdasarkan data dan informasi yang telah diperoleh
sebelumnya. Kebenaran dari hipotesis yang diajukan ini belum pasti, jadi harus
dilakukan pengujian dan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hal tersebut.
-
Menguji Hipotesis
Hipotesis yang telah dibuat perlu diuji
kebenarannya. Caranya yaitu dengan melakukan eksperimen atau percobaan. Eksperimen
adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menguji dan membuktikan
hipotesis yang telah disampaikan sebelumnya. Tujuan dari eksperimen adalah
untuk membuktikan hipotesis dengan didukung oleh bukti yang nyata. Untuk
mendapatkan hasil yang pasti, eksperimen bisa dilakukan lebih dari satu kali.
-
Membuat Kesimpulan
Kesimpulan adalahhasil akhir yang diperoleh setelah
melewati serangkaian metode-metode ilmiah diatas. Kesimpulan dibuat berdasarkan
hasil dari eksperimen. Kesimpulan bisa sesuai (menerima)hipotesis, namun bisa
juga tidak sesuai (menolak)hipotesis.
Keselamatan Kerja di Laboratorium
Dalam melakukan eksperimen, pada umumnya dilakukan
di laboratorium. Selama di dalam laboratorium diusahakan memakai peralatan
perlindungan diri agar tidak membahayakan diri. Peralatan tersebut diantaranya
Jas Praktikum, kacamata laboratorium, masker hidung.Di setiap laboratorium
memilki aturan-aturan yang harus dijalankan dan ditaati oleh praktikan. Tata
tertib tersebut diantaranya:
a. Siswa
masuk dalam laboratorium harus didampingi guru pendamping praktikum.
b.
Menggunakan baju khusus (jas lab) untuk bekerja di dalam laboratorium
saat melakukan percobaan.
c.
Dilarang mencicipi bahan kimia
d.
Mencium bahan kimia tidak boleh langsung menghirup uapnya dari wadah.
Cara mencium bahan kimia dengan cara mengibaskan tangan diatas botol atau wadah
zat yang mengeluarkan uap kearah hidung sampai baunya terdeteksi.
e.
Hendaknya selalu berhati-hati dan menghindari kebakaran.Kayu atau kertas
yang terbakar atau membara jangan diletakkan ataudibuang pada tempat sampah,
untuk menyalakan pemanas, jangan menggunakan kertas yang dibakar.
f. Jika
terjadi kecelakaan,barang pecah, atau alat rusak,harus segera dilaporkan kepada
guru yang bertugas pada waktu itu
g. Jangan
mecampurkan bahan kimia secara sembarangan, alat dan bahan kimia harus digunakan
menurut petunjuk yang diberikan
h. Pada
saat memanaskan bahan-bahan kimia dalam tabung reaksi, mulut tabung jangan
diarahkan ke teman di dekat anda
i.
Supaya tidak memegangbenda panas tampak diketahui sebelumnya, rasakan
suhu benda itu terlebih dahulu dengan mendekatkan
j. Jika
memasukan pipa kaca ke dalam sumbat karet,gunakan gliserin atau pelicin yang
lain dan lindungi tangan dengan kain. jika reaksi yang terjadi adalah reaksi
organik, maka pelicin yang digunakan adalah air
k. Setelah digunakan, alat-alat harus
dibersihkan, kemudian dikembalikan ketempat semula. Sebelum di tinggal, meja
praktikum harus dalam keadaan bersih dan kering
l.
Setelah praktikum selesai, tangan harus dicuci hingga bersih (dengan
sabun).
ayo segera bergabung dengan kami hanya dengan minimal deposit 20.000
BalasHapusdapatkan bonus rollingan dana refferal ditunggu apa lagi
segera bergabung dengan kami di i*o*n*n*q*q