Minggu, 14 April 2019

materi oenyakit pa

1.     Pneumonia (radang paru-paru)
Radang paru-paru (bahasa inggris: pneumonia) adalah sebuah penyakit pada paru-paru di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer meradang dan terisi oleh cairan. Radang paru-paru dapat disebabkan oleh beberapa penyebab, termasuk infeksi oleh bakteria, virus, jamur, atau pasilan (parasite). Radang paru-paru yang disebabkan oleh bakteri biasanya diakibatkan oleh bakteri streptococcus dan mycoplasma pneumoniae. Radang paru-paru dapat juga disebabkan oleh kepedihan zat-zat kimia atau cedera jasmani pada paru-paru atau sebagai akibat dari penyakit lainnya, seperti kanker paru-paru atau berlebihan minum alkohol.
Pneumonia adalah peradangan jaringan di salah satu atau kedua paru-paru yang biasanya disebabkan oleh infeksi. Pada saat menderita pneumonia, sekumpulan kantong-kantong udara yang kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru akan bengkak dan penuh cairan.
alodokter-pneumonia
Gejala umum pneumonia meliputi batukdemam dan kesulitan bernapas. Bronkopneumonia, pneumonia lobular, dan pneumonia bilateral, ketiganya merujuk pada penyakit yang sama dengan penyebab dan pengobatan yang sejenis.
Penderita Pneumonia di Indonesia
Pneumonia merupakan penyebab kematian anak-anak tertinggi di dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat sekitar 1,1 juta orang anak di dunia yang meninggal tiap tahun akibat penyakit ini.
Indonesia sendiri menduduki peringkat ke-8 terbesar di dunia terkait angka kematian anak-anak karena pneumonia. Pada tahun 2008 saja, penyakit ini telah merenggut sekitar 38.000 jiwa anak Indonesia.
Pneumonia paling umum ditemukan dan berpotensi untuk bertambah parah pada bayi dan anak-anak (terutama, di bawah usia dua tahun), manula (terutama, di atas 65 tahun), orang dengan masalah kesehatan lain, seperti penyakit paru-paru atau sistem kekebalan tubuh yang lemah, serta perokok. Mereka cenderung memiliki risiko tinggi untuk memerlukan perawatan di rumah sakit.
Jika ada gejala pneumonia yang Anda alami, konsultasi kepada dokter karena mungkin Anda akan membutuhkan rontgen dada atau pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikandiagnosis Anda. Segera cari bantuan medis jika Anda mengalami gejala yang parah seperti napas terengah-engah, dada sakit, atau kebingungan.
Penyebab dan Pencegahan Pneumonia
Bakteri streptococcus pneumoniae sering menyebabkan pneumonia. Pneumonia sendiri juga bisa diakibatkan oleh virus dan bakteri lain. Penyakit ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan dan pola hidup sehat.
Tidak merokok juga akan menjauhkan Anda dari pneumonia karena rokok dapat merusak paru-paru dan mempertinggi risiko infeksi. Vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) dan vaksin influenza sangat dianjurkan bagi orang yang berisiko tinggi terkena pneumonia.
Pengobatan dan Komplikasi Pneumonia
Pneumonia ringan umumnya bisa ditangani dengan antibiotik yang diresepkan dokter, istirahat, dan banyak minum tanpa perlu dirawat di rumah sakit. Orang dengan kondisi fisik yang biasanya sehat akan pulih secara normal.
Jika pengidap pneumonia memiliki penyakit lain, kondisinya bisa bertambah parah dan membutuhkan perawatan di rumah sakit. Kesehatan dan usia penderita akan memengaruhi risiko komplikasi akibat pneumonia. Beberapa komplikasi yang dapat berakibat fatal, antara lain infeksi atau bakteri dalam darah (septikemia) dan abses (pengumpulan nanah) pada paru-paru.

ARTIKEL TERKAIT
·         Ibu Wajib Mewaspadai Risiko dari Bedak Bayi
·         Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri
·         Sering Sesak Nafas? Ini Bisa Menjadi Penyebabnya
·         Segudang Bahaya Merokok terhadap Tubuh
·         Lebih Jauh Mengenai Sakit Dada Sebelah Kanan
Ingin bertanya kepada dokter?
Atau ingin berbagi pengalamanmu?
DISKUSI TERKAIT


2.tbc
 adalah penyakit infeksi pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru (90%) dibandingkan bagian lain tubuh manusia.

Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia. Hingga saat ini, belum ada satu negara pun yang bebas TBC. Angka kematian dan kesakitan akibat kuman mycobacterium tuberculosis ini pun tinggi.

Gejala TBC
Penyakit TBC Menular Lewat Udara
Tingkat prevalensi penderita TBC di Indonesia diperkirakan sebesar 289 per 100 ribu penduduk dan insidensi sebesar 189 per 100 ribu penduduk. Bahkan 27 dari 1.000 penduduk terancam meninggal seperti yang dilaporkan Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang dihimpun sepanjang 2011 mengenai tuberkulosis (TBC) di Indonesia.

Laporan tersebut juga meliris bahwa angka penjaringan penderita baru TBC meningkat 8,46 persen dari 744 penderita TBC di 2010 menjadi 807 per 100.000 penduduk di 2011. Namun, kabar baiknya angka kesembuhan pada 2011 mencapai target sebesar 83,7 persen dan angka keberhasilan pengobatan pada 2011 mencapai target sebesar 90,3 persen.


Gejala Penyakit TBC


Penderita yang terserang basil tersebut biasanya akan mengalami demam tapi tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul. Gejala lain, penurunan nafsu makan dan berat badan, batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah), perasaan tidak enak (malaise), dan lemah.

Agar bisa mengantisipasi penyakit ini sejak dini, berikut gejala-gejala penyakit tuberculosis yang perlu Anda ketahui.

Gejala utama

Batuk terus-menerus dan berdahak selama tiga pekan atau lebih.

Gejala tambahan yang sering dijumpai


  • Dahak bercampur darah/batuk darah
  • Sesak nafas dan rasa nyeri pada dada
  • Demam/meriang lebih dari sebulan
  • Berkeringat pada malam hari tanpa penyebab yang jelas
  • Badan lemah dan lesu
  • Nafsu makan menurun dan terjadi penurunan berat badan

"Paling mudah untuk mengetahui seseorang terkena tuberkulosis jika dia berkeringat pada malam hari tanpa penyebab yang jelas. Walaupun tidak bisa langsung ditetapkan tuberkulosis karena harus didiagnosis, tapi itu salah satu pertanda. Jika Anda lemas, batuk tak berhenti, nyeri pada dada, dan keringat pada malam hari, langsung segera periksa," tambah dr Arifin Nawas Sp(P), salah seorang tenaga ahli klinis tuberkulosis di RSUP Persahabatan di tempat sama.

Menurutnya, untuk memastikan seseorang terkena TB atau tidak, tim medis melakukan diagnosis dengan mengadakan pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung (BTA) dan gambaran radio logis (foto rontgen).


Penyebab Infeksi TBC


Penyakit ini diakibatkan infeksi kuman mikobakterium tuberkulosis yang dapat menyerang paru, ataupun organ-organ tubuh lainnya seperti kelenjar getah bening, usus, ginjal, kandungan, tulang, sampai otak. TBC dapat mengakibatkan kematian dan merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan kematian tertinggi di negeri ini.

Kali ini yang dibahas adalah TBC paru. TBC sangat mudah menular, yaitu lewat cairan di saluran napas yang keluar ke udara lewat batuk/bersin & dihirup oleh orang-orang di sekitarnya. Tidak semua orang yang menghirup udara yang mengandung kuman TBC akan sakit.

Pada orang-orang yang memiliki tubuh yang sehat karena daya tahan tubuh yang tinggi dan gizi yang baik, penyakit ini tidak akan muncul dan kuman TBC akan "tertidur". Namun,pada mereka yang mengalami kekurangan gizi, daya tahan tubuh menurun/ buruk, atau terus-menerus menghirup udara yang mengandung kuman TBC akibat lingkungan yang buruk, akan lebih mudah terinfeksi TBC (menjadi 'TBC aktif') atau dapat juga mengakibatkan kuman TBC yang "tertidur" di dalam tubuh dapat aktif kembali (reaktivasi).

Infeksi TBC yang paling sering, yaitu pada paru, sering kali muncul tanpa gejala apa pun yang khas, misalnya hanya batuk-batuk ringan sehingga sering diabaikan dan tidak diobati. Padahal, penderita TBC paru dapat dengan mudah menularkan kuman TBC ke orang lain dan kuman TBC terus merusak jaringan paru sampai menimbulkan gejala-gejala yang khas saat penyakitnya telah cukup parah.


Pengobatan Penyakit TBC


Untuk mendiagnosis TBC, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama di daerah paru/dada, lalu dapat meminta pemeriksaan tambahan berupa foto rontgen dada, tes laboratorium untuk dahak dan darah, juga tes tuberkulin (mantoux/PPD). Pengobatan TBC adalah pengobatan jangka panjang, biasanya selama 6-9 bulan dengan paling sedikit 3 macam obat.

Kondisi ini diperlukan ketekunan dan kedisiplinan dari pasien untuk meminum obat dan kontrol ke dokter agar dapat sembuh total. Apalagi biasanya setelah 2-3 pekan meminum obat, gejala-gejala TBC akan hilang sehingga pasien menjadi malas meminum obat dan kontrol ke dokter.

Jika pengobatan TBC tidak tuntas, maka ini dapat menjadi berbahaya karena sering kali obat-obatan yang biasa digunakan untuk TBC tidak mempan pada kuman TBC (resisten). Akibatnya, harus diobati dengan obat-obat lain yang lebih mahal dan "keras". Hal ini harus dihindari dengan pengobatan TBC sampai tuntas.

Pengobatan jangka panjang untuk TBC dengan banyak obat tentunya akan menimbulkan dampak efek samping bagi pasien. Efek samping yang biasanya terjadi pada pengobatan TBC adalah nyeri perut, penglihatan/pendengaran terganggu, kencing seperti air kopi, demam tinggi, muntah, gatal-gatal dan kemerahan kulit, rasa panas di kaki/tangan, lemas, sampai mata/kulit kuning.

Itu sebabnya penting untuk selalu menyampaikan efek samping yang timbul pada dokter setiap kali kontrol sehingga dokter dapat menyesuaikan dosis, mengganti obat dengan yang lain, atau melakukan pemeriksaan laboratorium jika diperlukan.

Pengobatan untuk penyakit-penyakit lain selama pengobatan TBC pun sebaiknya harus diatur dokter untuk mencegah efek samping yang lebih serius/berbahaya. Penyakit TBC dapat dicegah dengan cara:

  • Mengurangi kontak dengan penderita penyakit TBC aktif.
  • Menjaga standar hidup yang baik, dengan makanan bergizi, lingkungan yang sehat, dan berolahraga.
  • Pemberian vaksin BCG (untuk mencegah kasus TBC yang lebih berat). Vaksin ini secara rutin diberikan pada semua balita.
  • Perlu diingat bahwa mereka yang sudah pernah terkena TBC dan diobati, dapat kembali terkena penyakit yang sama jika tidak mencegahnya dan menjaga kesehatan tubuhnya.


Asma
Asma merupakan suatu kondisi dimana saluran pernafasan di bagian bronkhial paru-paru mengalami penyempitan sehingga si penderita sering mengalami kesulitan dalam bernafas, biasanya penyakit asma ini menyerang dengan tiba-tiba dan bisa juga dikarenakan oleh beberapa faktor yang memicu terjadinya serangan asma, tentunya kondisi ini sangatlah menggangu dan tidak nyaman, dengan adanya penyempitan ini mengakibatkan terjadinya gejala dan tanda-tanda seperti batuk, tersengal-sengal, sesak nafas bahkan hingga nafas mengeluarkan bunyi ( mengi ).

Penyakit asma tidak bisa disembuhkan secara total namun bisa dikurangi dengan mengetahui sumber pemicu terjadinya asma dan menghindarinya, karena itu sebaiknya menjaga sebersihan lingkungan.

Penyakit asma
Asma
Beberapa gejala dari penyakit asma:

  • Kesulitan bernafas sehingga tubuh terlihat sedikit membiru
  • Sering merasa seperti tersedak
  • Merasa tegang, gugup dan ketakutan
  • Merasa capai
  • Bersin-bersin, hidung berair atau mampet
  • Susah tidur
  • Bawah mata terdapat lingkaran berwarna hitam
  • Mual dan ingin muntah
  • Mengalami demam ringan dan kening berkeringat
  • Gatal pada tenggorokan biasanya mengalami batuk-batuk
  • Untuk mempermudah bernafas perderita selalu mencoba untuk duduk tegak lurus.
  • Sesak bagian dada dan tersengal-sengal.
  • Nafas berat biasanya mengeluarkan bunyi (mengi).
  • Sulit untuk konsentrasi dan berbicara.
Penyebab penyakit asma:
Secara medis
 penyebab penyakit asma masih belum diketahui secara pasti dan penderita sangat peka terhadap suatu rangsangan seperti polusi udara, gangguan emosi, bulu binatang dll namun bisa diatasi dengan menghindari pemicu terjadinya penyakit asma ini.
Penyebab lainnya bisa dikarenakan oleh tersumbatnya saluran pernafasan oleh lendir yang kental, dalam kasus ini penderita bisa untuk menarik nafas namun sulit untuk mengeluarkan nafas.

Pemicu terjadinya penyakit asma:
Penyempitan saluran pernafasan seringkali dikarenakan adanya rangsangan seperti:

  • Polusi udara seperti asap rokok, zat kimia, debu dll
  • Serbuk sari
  • Bulu binatang
  • Udara dingin
  • Infeksi saluran pernafasan
  • Olahraga berlebihan
  • Rasa cemas, ketakutan dan stres
Pencegahan penyakit asma:

  • Hindari pemicu terjadinya penyakit asma
  • Menjaga kesehatan dan kebesihan lingkungan
  • Gunakan obat khusus untuk mengatasi penyakit asma
Obat pelega pernafasan atau Inhaler:
Inhaler merupakan obat untuk
 penyakit asma dalam bentuk Aerosol yang digunakan dengan cara dihirup lewat mulut, obat ini bekerja saat si penderita mengalami keadaan darurat saat asma kambuh, inhaler ini bekerja sangat cepat sehingga nafas menjadi lega, namun inhaler ini tidak boleh dipergunakan terus menerus karena akan menimbulkan efek samping seperti pusing, detak jantung meningkat dan gemetar.



atau Bronkitis adalah peradangan yang terjadi pada pipa bronchial. Pipa bronchial ini berfungsi menyalurkan udara dari dan menuju jantung. Ada dua tipe penyakit bronkitis yaituBronchitis akut danBronchitis kronis.

Kondisi yang umum dari kondisi bronchitis akut sering kali berkembang dari pilek maupun infeksi pernapasan lainnya. Bronchitis akut biasanya membaik dalam beberapa hari tanpa menyisakan efek, meskipun anda dapat terus batuk dalam beberapa minggu.

Gejala Bronkitis
Sedangkan bronchitis kronis adalah kondisi yang lebih serius, kondisi ini adalah iritasi atau peradangan secara konstan pada pipa bronchial dan sering disebabkan oleh kebiasaan merokok. Bagaimanapun jika anda memiliki kondisi bronchitis yang berulang, anda mungkin saja mengalami bronchitis kronis. Bronchitis kronis adalah satu dari kondisi terkait dengan chronic obstructive pulmonary disease (COPD).


Gejala Bronchitis Akut dan Kronis


Pengobatan untuk bronchitis difokuskan untuk meredakan gejala dan memudahkan jalan napas. Berikut ini beberapa gejala bronchitis akut dan kronis yang perlu Anda ketahui:

  • Batuk
  • Adanya lendir, baik yang tidak berwarna, putih atau berwarna kuning kehijauan
  • Napas pendek, yang memburuk bahkan saat mengerahkan sedikit tenaga
  • Napas sesak
  • Lelah
  • Demam ringan dan menggigil
  • Rasa tidak nyaman pada dada

Jika anda mengalami bronchitis akut, anda mungkin memiliki batuk yang tetap ada dalam beberapa minggu setelah bronchitis sembuh. Bagaimanapun gejala bronchitis dapat membingungkan. Anda dapat tidak memiliki lendir ketika anda mengalami bronchitis, dan anak-anak sering menelan lendir tersebut sehingga orang tua mungkin tidak dapat mengetahuinya. Ada dapat mengalami bronchitis kronis tanpa mengalami bronchitis akut terlebih dahulu. Serta banyak perokok yang harus membersihkan lendir pada tenggorokannya pada pagi hari ketika bangun dari tidur, yang jika hal ini berlanjut lebih dari tiga bulan maka mungkin ia mengalami bronchitis kronis.

Jika anda mengalami bronchitis kronis, peradangan dalam jangka waktu lama menyebabkan pipa bronchila terluka dan memproduksi terlalu banyak lendir. Lama kelamaan dinding pipa bronchial akan menebal dan jalan napas anda dapat terluka. Tanda dan gejala bronchitis kronis juga dapat berupa:

  • Batuk yang memburuk pada pagi hari dan pada cuaca lembab
  • Sering mengalami infeksi pernapasan (seperti pilek dan flu) dengan batuk berdahak yang memburuk

Jika anda mengalami bronchitis kronis, anda dapat memiliki periode dimana tanda dan gejala akan memburuk. Pada saat itu anda dapat memiliki bronchitis akut yang berlapis baik karena bakteri maupun virus sebagai tambahan pada bronchitis kronis anda.


Penyebab & Faktor Risiko


Setelah kita mengenal gejalanya, kita juga harus mengetahui penyebab dan faktor resiko penyakit ini.


Penyebab Penyakit Bronchitis


Bronchitis akut.
Virus pilek sering menyebabkan bronchitis akut. Tetapi anda juga dapat mengalami bronchitis noninfeksi karena terkena asap rokok dan polutan lain seperti debu.

Bronchitis dapat juga terjadi ketika asam perut sering naik ke dalam esophagus, kondisi ini dikenal dengan nama gastroesophageal reflux disease (GERD). Dan pekerja yang terkena debu atau asap tertentu dapat mengalami bronchitis. Bronchitis akut umumnya hilang ketika tidak lagi terkena iritan.

Bronchitis kronis
Terkadang peradangan dan penebalan dinding pipa bronchial menjadi permanen –kondisi yang diketahui sebagai bronchitis kronis. Anda umumnya mempertimbangkan bahwa anda mengalami bronchitis kronis jika anda batuk setiap hari yang hilang seteah tiga bulan dalam setahun dalam dua tahun berturut.

Tidak seperti bronchitis akut, bronchitis kronis terus berlanjut dan merupakan penyakit yang serius. Merokok adalah penyebab yang paling besar, tetapi polusi udara dan debu atau gas beracun pada lingkungan atau tempat kerja juga dapat berkontribusi pada penyakit ini.


Faktor risiko terkena Bronchitis


Faktor yang meningkatkan risiko terkena bronchitis antara lain:

  • Merokok. Rokok memang sumber dari berbagai macam penyakit. Karena itu, berhentilah merokok karena sangat merugikan kesehatan.
  • Daya tahan tubuh yang lemah, dapat karena baru sembuh dari sakit atau kondisi lain yang membuat daya tahan tubuh menjadi lemah
  • Kondisi dimana asam perut naik ke esophagus (gastroesophageal reflux disease)
  • Terkena iritan, seperti polusi, asap atau debu


Pencegahan Penyakit Bronchitis


Tindakan yang dapat membantu menurunkan risiko bronchitis dan melindungi paru-paru anda secara umum adalah:

  • Hindari merokok atau terkena asap rokok
  • Hindari mereka yang sedang sakit pilek atau flu
  • Cuci tangan anda secara teratur
  • Gunakan masker untuk mengurangi risiko infeksi
Ada banyak jenis penyakit, semuanya terjadi disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari kebiasaan, gaya hidup, sampai latar belakang pekerjaan. Semuanya memberikan pengaruh terhadap kesehatan kita. Di sini akan dibahas sebuah penyakit yang ada hubungannya dengan pekerjaan terutama mereka yang bekerja di perusahaan Asbes atau pekerja bangunan dengan bahan bangunan tersebut. Nama penyakit tersebut adalah Asbestosis. Di sini dijelaskan lebih rinci lagi tentang pengertian asbestosis, penyebab asbestosi, gejala asbestosis serta cara mengobati asbestosis ini.

Pengertian Asbestosis

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang penyebab, gejala, dan cara mengobati asbestosis, pertama akan dijelaskan apa pengertian dari asbestosis itu sendiri. Asbestosis sesuai dengan namanya adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh serat atau serbuk asbes. Serbuk Asbes yang dihirup melalui hidung kita akan mengakibatkan paru paru mengalami gangguan yang mengakibatkan penderitanya mengalami sesak napas.

Definisi Penyebab Gejala dan cara mengatasi Penyakit Asbstosis
Mikrograf Penyakit Asbestosis (sumber:http://en.wikipedia.org/wiki/Asbestosis)
Ada banyak bahan bangunan yang mengandung serat asbes, beberapa diantranya adalah ubin lantai vinyl, semen, lapisan rem dan masih banyak lagi bahan bahan lainnya.

Mengerjakan bahan bahan Asbes dalam jangka waktu yang panjang akan menjadi penyebab Penyakit Asbestosis ini.

Penyebab Penyakit Asbestosis

Dari pengertian tentang Asbestosi, anda pasti bisa mengira ngira apa sebenarnya yang menjadi penyebab penyakit asbestosis ini. Penyebabnya tidak lain adalah bahan asbes. Ketika bahan Asbes itu dipotong, digiling, dihancurkan dan lain sebagainya, akan mengakibatkan serat dari asbes tersebut berhamburan terbang ke udara. Ketika orang menghirup serat atau serbuk yang beterbangan tersebut yang menjadi penyebab dari Asbestosis ini. Serbuk yang mereka hirup akan memasuki alveolus dan merusaknya. Seperti yang kita ketahui bahwa alveolus ini merupakan kantong dimana oksigen dan karbondiosida mengalami pertukaran. Serat asbes yang masuk pada alveolus tersebut dapat menyebabkan alveolus mengeras dan kaku. Akibanya paru paru kita akan kesulitan dalam mengambil udara atau bernafas.

Gejala Penyakit Asbestosis

Setelah tau bahwa penyebab dari Asbestosis adalah serbuh dari Asbes, kemudian oragan yang terganggu adalah organ pernapasan, mungkin untuk gejala asbestosis anda sudah bisa mengira ngira seperti apa gejalanya. Gejala Penyakit asbestosis secara umum termasuk masalah pernapasan seperti batuk, pembengkakan pada leher atau wajah, retak suara saat bernapas, serta kesulitan menelan.
Dalam tingkat keparahan yang lebih lanjut gejala asbestosi dapat terlihat sebagai berikut:
·                     Terjadi pembenggkakan di area leher dan wajah.
·                     Kesulitan Menelan
·                     Darah tinggi
·                     Terdapat darah dalam dahak
·                     Sesak napas
·                     Kehilangan berat badan

Cara Mengobati Penyakit Asbestosis

Salah satu cara mengobati Asbestosis adalah dengan cara medis, beberapa pengobatan medis yang bisa diberikan ialah obat untuk memperlancar pernapasan yang terganggu akibat asbestosis ini. Obat lainnya ialah beberapa jenis obat batuk bisa diberikan. Jenis obat obatan yang secara umum digunakan untuk mengatasi penyakit asbestosis ini ialah sebagai berikut:
·                     Bronkodilator atau inhaler. Obat ini biasanya diresepkan untuk pasien dengan asma, inhaler membantu mengendurkan otot-otot saluran udara.
·                     Pemberian Oksigen. Oksigen ini diberikan untuk membantu pernapasan dan mendapatkan lebih banyak oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh melalui paru-paru. Oksigen disalurkan dari tangki melalui selang plastik yang memiliki dua cabang yang masuk ke dalam lubang hidung Anda.
·                     Obat Antibiotik. Obat antibiotik bisa diberikan apabila asbestosis harus dirawat dengan jalan operasi, antibiotik dapat diberikan untuk mengeurangi rasa sakit dan juga untuk mencegah terjadinya infeksi.
·                     Obat Pereda sakit: Obat semacam Aspirin dan Tylenol dipat diberikan untuk mengurangi rasa sakit serta peradangan yang disebabkan oleh penyakit asbestosis.
Penyakit Asbestosis merupakan salah satu penyakit yang harus diwaspadai terutama bagi anda yang bekerja di tempat produksi bangunan dengan bahan dasar Asbes. Penjelasan secara singkat tentang penyebab, gejala dan cara mengobati asbestosi ini semoga bisa memberikan manfaat bagi anda.
Gejala Penyakit Emfisema,- Emfisema adalah penyakit kronis dan serius yang terjadi pada paru-paru dan ditandai dengan sesak nafas yang hebat. Kerusakan pada jaringan paru-paru dan hilangnya elastisitas paru-paru menyebabkan perubahan yang membuat sangat sulit bernapas. Dalam kondisi normal, udara memasuki hidung atau mulut dan perjalanan menuruni tabung udara (trakea) ke saluran udara utama (bronkus). Bagian ini memungkinkan udara masuk ke paru-paru kanan dan kiri. Setiap cabang bronkus menjadi bagian yang lebih kecil (bronkiolus) dan akhirnya kantung udara menjadi semakin kecil (alveoli). Emfisema menyebabkan kerusakan pada paru-paru yang tidak dapat diubah. Seperti kantung udara menjadi hancur, paru-paru menjadi kurang mampu mentransfer oksigen untuk karbon dioksida dalam aliran darah, dan masih banyak lagi. Apa saja penyebab gejala penyakit emfisema? sebelum kita bahas itu simak artikel sebelumnya mengenai gejala penyakit hemofilia.

gejala penyakit emfisema penyebab dan cara pengobatannyaGejala Penyakit Emfisema Dan Penyebab Dan Pengobatannya

Gejala penyakit emfisema kebanyakan orang dengan menderita penyakit ini adalah pria yang sudah berumur >50 tahun, yang telah menjadi perokok berat untuk sebagian besar hidup mereka. Namun, sekarang yang merokok bukanlah hanya para pria saja, wanita juga sudah banyak yang merokok. Dari sinilah penyakit ini dapat menyerang pada wanita juga. Perkembangan pada penyakit Emfisema bisa dikatakan sangat lambat. Karena biasanya penderita akan merasakan sesak napas selama kegiatan atau latihan, dan alasan inilah yang mendorong seseorang datang ke dokter untuk melakukan konsultasi. Emfisema datang secara bertahap biasanya setelah penderita merokok selama bertahun-tahun, penyakit ini baru dapat dirasakan. Jika sudah semakin buruk, ketika penderita melakukan hal kecil maka akan mengalami sesak nafas yang cukup hebat. Sebelum kita bahasgejala penyakit emfisema mari kita simak penyebab penyakit ini adalah :
·         Usia
·         Merokok
·         Polusi Udara
·         Jenis Kelamin
·         Faktor Keturunan
·         Jarang Berolahraga
·         Pola Hidup tidak Sehat
·         Reaktivitas Saluran Pernapasan
·         Kekurangan Enzim Alpha-1 Antitrypsin

Berikut adalah Gejala Penyakit Emfisema :

·         Sesak Napas
·         Batuk Kronis
·         Sering Merasa Gelisah
·         Penurunan berat badan
·         Sering Merasa Kelelahan
·         Berkurangnya Nafsu Makan
·         Pembengkakan Pada Mata Kaki dan Kaki
·         Penurunan Kemampuan untuk Berolahraga

Pengobatan Pada Penyakit Emfisema

Berhenti merokok adalah pengobatan yang paling penting dan efektif untuk menangani gejala penyakit emfisema. Hanya dengan berhenti merokok dapat menghentikan perkembangan kerusakan paru-paru penyebab rokok yang dapat menimbulkan penyakit ini. Yang pastinya harus disertai dengan melakukan cek ke dokter terhadap jenis pengobatan pada penyakit ini, karena jika pengobatan tanpa dilakukan dengan tuntas (sampai sembuh), maka penyakit yang sebelumnya diderita akan semakin parah. Terapkan pola hidup sehat mulailah dengan tidak merokok, rajin olahraga (ringan), perbanyak konsumsi buah dan sayur, dan perbanyak minum air putih dalam sehari. Semoga artikel saya membantu anda dan anda bisa lebih berhati hati dengan gejala penyakit emfisema.
V

EFUSI PLEURA ADALAH

Paru – paru dibungkus oleh suatu selaput yang disebut pleura. Di antara jaringan paru dan selaput ini terdapat sebuah ruang berisi cairan yang berfungsi sebagai pelumas gerakan paru dalam proses pernapasan. Cairan pada ruangan tersebut kurang – lebih sebanyak 0.13 mL/kg berat badan, yaitu hasil dari keseimbangan antara tekanan cairan di pembuluh darah dan sistem pembuangan cairan di saluran getah bening. Adanya cairan abnormal pada ruang tersebut disebut sebagai efusi pleura. Efusi pleura dapat terjadi akibat peningkatan produksi cairan atau penurunan pembuangan cairan pleura. Cairan abnormal dapat berupa cairan pleura dalam jumlah banyak (hidrotoraks), darah (hematotoraks), cairan getah bening (kilotoraks), atau nanah (empiema).

GEJALA

Gejala klinis efusi pleura bervariasi dan seringkali bergantung pada penyakit yang mendasari. Gejala yang paling sering ditemui adalah sesak napas, batuk, dan nyeri dada. Batuk pada penderita efusi pleura umumnya ringan dan tidak berdahak. Nyeri dada disebabkan oleh iritasi pleura, dapat bersifat ringan sampai berat, dirasakan sebagai nyeri yang tajam, dan memburuk dengan tarikan napas dalam (nyeri dada pleuritik). Nyeri dapat menyebar ke bahu di sisi yang sama atau perut bagian atas.
Adanya gejala lain menujukkan penyakit yang mendasari efusi pleura. Pembengkakan tungkai, sesak saat berbaring, dan riwayat terbangun tiba – tiba karena sesak merupakan gejala gagal jantung. Tuberkulosis paru menyebabkan gejala keringat malam, demam, batuk darah, dan penurunan berat badan. Batuk darah juga dapat ditemui pada keganasan, gangguan saluran napas, dan kematian jaringan paru. Efusi pleura pada radang paru – paru (pneumonia) menimbulkan gejala demam, batuk berdahak, dan sesak napas.

PENYEBAB

Cairan efusi pleura dapat berupa transudat atau eksudat. Cairan transudat disebabkan oleh kebocoran cairan ke rongga pleura yang disebabkan peningkatan tekanan di pembuluh darah atau penurunan kadar protein darah. Penyebab yang sering menyebabkan terbentuknya cairan transudat antara lain gagal jantung, pengerasan hati, penurunan kadar protein darah, sindrom nefrotik, dan sindrom Meig.
Cairan eksudat disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah atau pembuluh limfe. Beberapa penyebab yang sering menyebabkan terbentuknya cairan eksudat adalah kanker, infeksi, trauma, kematian jaringan paru, emboli paru, radang pankreas, robekan esofagus, dan tuberkulosis.

PENGOBATAN

Tujuan pengobatan adalah menghilangkan cairan di ruang pleura, mencegah terbentuknya kembali cairan abnormal, dan mengobati penyakit dasar. Cairan di ruang pleura perlu dikeluarkan dengan jarum (torakosentesis) dan atau selang drain jika volume cairan besar, menyebabkan tekanan tinggi pada rongga dada serta menimbulkan masalah pernapasan. Pada efusi pleura berulang dapat dilakukan pleurodesis, yaitu penutupan ruang pleura dengan obat – obatan (talk, bleomycin, tetrasiklin, doksisiklin) atau tindakan bedah. Penyakit dasar harus diobati untuk mencegah terulangnya efusi pleura.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengalaman Asistensi Mengajar di SMK N 02 Probolinggo

  ESSAY ASISTENSI MENGAJAR SMKN 02 PROBOLINGGO   Saya Arridlotun Nurushibyan yang diamanahi sebagai guru mata pelajaran CNC akan menceri...